Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkum Sebut Investasi HKI Dunia Nyaris 100 Triliun Dolar AS, RI Diminta Maksimalkan Paten

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkum Sebut Investasi HKI Dunia Nyaris 100 Triliun Dolar AS, RI Diminta Maksimalkan Paten Doc: Antara
Ket. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam Forum Koordinasi Nasional Kekayaan Intelektual Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (5/8).

Jakarta - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut total investasi bidang hak kekayaan intelektual di seluruh dunia sudah mencapai hampir 100 triliun dolar Amerika Serikat (AS).

Valuasi tersebut, kata dia, hanya berasal dari 500 perusahaan terbesar teknologi di dunia, termasuk Indonesia.

"Angka ini tinggi sekali," ucap Supratman dalam Forum Koordinasi Nasional Kekayaan Intelektual Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (5/8).

Ia berharap angka tersebut terus meningkat dan Indonesia dapat berkontribusi di dalamnya. Berdasarkan data statistik, Menkum mengatakan kontribusi ekonomi kreatif dalam Produk Domestik Bruto (PDB) RI telah mencapai kurang lebih sekitar Rp1.105 triliun.

Menurut dia, capaian itu sangat besar, meski dari angka tersebut proporsi persentasenya belum dapat dimaksimalkan.

Ia mencontohkan pada bidang paten, masih ada 6.000 paten yang telah dihasilkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tetapi yang bisa dikomersialisasi tidak sampai 10 persen.

Begitu pula di perguruan tinggi, dia melanjutkan, di mana sebagian besar hak paten di sana tidak didaftarkan. Padahal, menurutnya, paten memiliki nilai kapitalisasi yang besar di antara semua industri ekonomi kreatif, terutama di bidang sains, teknologi, dan sebagainya.

"Ini kasihan, jadi ada paten sudah tidak didaftar, kemudian manfaat ekonominya tidak ada," ucap dia.

Supratman mengingatkan Indonesia dianugerahi kekayaan yang luar biasa, yakni sumber daya alam meliputi hasil pertambangan, perikanan, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, dia menuturkan sumber daya mineral itu apabila terus diolah maka akan habis sehingga satu-satunya yang tidak akan habis merupakan pengetahuan, khususnya terkait kekayaan intelektual.

Ia pun berharap peringkat Indonesia dalam Indeks Inovasi Global (GII) yang dirilis Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) bisa membaik, di mana pada 2025 RI menempati peringkat ke-55 dari 139 negara di dunia.

Dalam indeks itu, ia mengungkapkan, terdapat sebanyak 80 indikator yang dijadikan sebagai parameter dan kurang lebih 100 klaster.

"Jadi nanti pada bulan September, WIPO kembali akan mengumumkan GII ini, Global Innovation Index ini. Indonesia akan menempati peringkat ke berapa, kita tunggu 26 September yang akan datang," tutur Supratman.

Ke depan, Menkum juga berharap hak kekayaan intelektual bisa menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan perumusan bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Olahraga
Presiden FIA Dukung Argenti...
Olahraga
Asian Games 2026, PBVSI Pan...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.