Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Fiskal Tidak Akan Aneh-aneh, Sistem Finansial Lebih Bersifat Likuid

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Fiskal Tidak Akan Aneh-aneh, Sistem Finansial Lebih Bersifat Likuid Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Yudhi Sadewa telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan dan pengangkatan pejabat itu didasari atas Keppres No 86P 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029.

Begitu menjabat Purbaya langsung membuat langkah cepat dan strategis dengan mengeluarkan gebrakan terkait guyuran dana 200 triliun rupiah ke Bank Himbara untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Dia juga memberikan pandangannya terkait utang negara, pertumbuhan ekonomi 8 persen, masalah kredit, pajak, dan berbagai isu strategis lainnya. Lantas bagaimana dengan langkah-langkah yang akan dilakukan Menkeu Purbaya untuk menggairahkan dan mendongkrak perekonomian Indonesia untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

Wartawan Koran Jakarta, Erik W Sabini berkesempatan mendapatkan informasi terkait strategi dan langkah-langkah Menkeu Purbawa dalam sejumlah kesempatan. Berikut petikannya.

Bagaimana Anda menenangkan masyarakat?

Kami akan menyusun strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6–7 persen. Ketika pertumbuhan ekonomi terakselerasi, tuntutan rakyat akan hilang seara otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak, dibandingkan demo.

Saya berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan secepat dan seoptimal mungkin. Kalau dibilang, bisa tidak besok 8 persen? Kalau saya bilang bisa, saya menipu. Tapi, kita bergerak ke arah sana.

Apa dasar pemikiran Anda sehingga harus menarik dana sebesar 200 triliun rupiah dari BI?

Saya lihat sistem finansial kita agak kering, makanya ekonomi melambat. Dua tahun terakhir orang susah cari kerja, dan lain-lain karena ada kesalahan kebijakan, baik moneter maupun fiskal. Saya lihat Kementerian Keuangan bisa berperan di situ.

Saya melihat faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah lambatnya penyaluran belanja pemerintah yang membuat sistem keuangan menjadi kering. Pemerintah rajin menarik pajak, lalu masuk ke bank sentral. Kalau dibelanjakan lagi nggak apa-apa, tapi ini kan nggak

Dalam konteks itu, Kemenkeu bisa memanfaatkan dana pemerintah di BI untuk memperbaiki mesin moneter dan fiskal.

Dari sisi moneter, dana pemerintah bisa digunakan untuk menyuntik likuiditas perbankan. Bank secara natural akan memikirkan cara untuk menyalurkan dana tersebut agar tidak membebani cost of fund sembari mencari return yang lebih tinggi. Jadi, saya memaksa mekanisme pasar berjalan dengan memberi ‘senjata’ ke mereka. Memaksa perbankan berpikir lebih keras untuk mendapatkan return yang lebih tinggi.

Saya memiliki keyakinan bahwa agen ekonomi memiliki ‘otak’ masing-masing, dengan pemerintah tidak bisa mengontrol seluruhnya, karena itu saya lebih memilih menciptakan situasi yang bisa dimanfaatkan oleh para agen ekonomi untuk berjalan dan tumbuh.

Sementara dari sisi fiskal, kamu bakal mengakselerasi belanja pemerintah agar terjadi perputaran ekonomi. Kami bakal meninjau proses penyaluran belanja program pada kementerian/lembaga (K/L) dan mengaku bakal turun tangan bila ada program yang realisasinya terhambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Luar Negeri
Asean Jadi Magnet Global, I...
Advertisement
Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.