Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Pertahanan, Menhan: Kebutuhan Alutsista dan Amunisi TNI Mulai Terpenuhi

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 14:25 WIB | Oleh:
Perkuat Pertahanan, Menhan: Kebutuhan Alutsista dan Amunisi TNI Mulai Terpenuhi Doc: Antara foto
Ket. Foto bersama anggota marinir TNI AL dan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin usai pembaretan dalam rangkaian latihan terintegrasi tiga matra di Dabo Singkep, Kab. Lingga, Kepri, Rabu (5/8).

BATAM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dan amunisi TNI mulai terpenuhi, setelah pemerintah memperkuat pembangunan kemampuan pertahanan nasional.

Sjafrie menyampaikan hal tersebut usai meninjau latihan terintegrasi tiga matra TNI di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu.

"Saya sudah melihat langsung bahwa kekuatan tempur TNI, baik dari alutsista maupun kualitas pengelolaan serta kebutuhan amunisi mulai dari kaliber kecil sampai kaliber besar, sudah dipenuhi," katanya.

Menurut Sjafrie, hasil latihan menunjukkan TNI mampu menjawab tantangan dalam menjaga dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kesiapan personel maupun perlengkapan tempur.

Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika TNI masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada aspek alutsista dan ketersediaan amunisi.

Selain menilai kesiapan alutsista, Sjafrie menyebut sasaran latihan yang dirancang TNI berhasil dicapai melalui pelaksanaan latihan gabungan di lapangan.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bagian dari revitalisasi pembangunan kekuatan pertahanan nasional yang terus dilakukan pemerintah sepanjang 2026.

Sebelumnya, salah satu materi latihan menguji kemampuan infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar daerah penerjunan (drop zone) Bandara Dabo Singkep yang melibatkan pesawat CN-235 Skadron Udara 27 Biak, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan Yonif 328.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Dinkes Waspada Penularan Su...
Daerah
PT Pertamina Bersama DPRD B...
Nasional
Mengembalikan Illicit Enric...
Luar Negeri
Delegasi Korea Utara Hadiri...
Daerah
Karhutla di TN Gunung Rinja...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.