Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda DIY Luncurkan Program Rukti Bumi, Wujudkan Birokrasi Hijau

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Pemda DIY Luncurkan Program Rukti Bumi, Wujudkan Birokrasi Hijau Doc: Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA – Kompleks Kepatihan, Kantor Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas birokrasi, tetapi juga ditata sebagai ruang kerja ramah lingkungan. Pada Rabu (17/9), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X meluncurkan program Rukti Bumi atau Reformasi Hijau Kompleks Kepatihan Birokrasi Berbudaya Ramah Lingkungan.

Peluncuran program ditandai dengan penanaman pohon kembang kantil oleh Sri Sultan dan Paku Alam X, disaksikan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) DIY. Keduanya juga meninjau pengelolaan sampah di area Kepatihan, mulai dari biopori, daur ulang, pencacahan, hingga pemanfaatan magot.

Sri Sultan menegaskan bahwa penghijauan tidak semata untuk memperindah lingkungan, melainkan juga memberikan kenyamanan. “Kalau banyak tanaman, mata lebih nyaman melihatnya. Tamu yang datang pun merasa adem. Jadi kesadaran pimpinan OPD itu penting untuk menanam di lingkungannya masing-masing,” ujar Sri Sultan.

Terkait pengelolaan sampah, Sri Sultan menyebut setiap OPD dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Menurutnya, langkah sederhana seperti membuat biopori atau memanfaatkan air hujan sudah dapat membantu mengurangi beban PDAM sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Melalui program Rukti Bumi, ia berharap OPD di lingkungan Pemda DIY semakin mandiri dalam mengelola lingkungannya. Selain menciptakan kenyamanan bagi pegawai, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan menumbuhkan budaya ramah lingkungan di birokrasi DIY. “Sampah, apalagi di Kota Yogyakarta yang lahannya terbatas, menjadi pekerjaan rumah bersama,” tegas Sri Sultan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengakui adanya keterbatasan daya tampung TPA Piyungan. Meski kapasitasnya telah ditingkatkan, ia menegaskan pengelolaan sampah tetap perlu dibarengi kesadaran masyarakat dan lembaga. “Sekarang bisa menampung sampai akhir tahun ini. Kapasitasnya dari 90 ton per hari naik menjadi 190 ton per hari. Dengan begitu, penumpukan sampah seperti kemarin tidak terulang,” kata Kusno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.