OJK DIY Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan di Era Digital
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA – Perempuan perlu memiliki kemampuan yang kuat dalam mengelola dan menjaga keuangan keluarga di tengah semakin luasnya penggunaan layanan finansial digital. Kemudahan transaksi yang ditawarkan teknologi juga disertai risiko penipuan serta tawaran keuangan ilegal yang perlu diantisipasi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Direktur Pengawasan PUJK dan LMS OJK DIY, Susana Diah Kusumaningrum, dalam Edukasi Keuangan dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-98 bertema “Perempuan Berdaya, Finansial Tertata, Strategi Investasi dan Mengelola Keuangan Digital” di Kantor OJK DIY, Rabu (30/09).
Susana mengatakan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada pada 69,54 persen.
Pada sisi inklusi keuangan, indeks perempuan tercatat 93,73 persen, sedangkan laki-laki 93,49 persen. Data tersebut menunjukkan akses dan pemahaman perempuan terhadap layanan keuangan sudah cukup tinggi, namun tetap perlu diperkuat seiring perkembangan produk dan transaksi keuangan digital.
Menurut Susana, kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan finansial harus diikuti kemampuan mengenali risiko. Perempuan juga memiliki posisi strategis karena selain mengelola keuangan rumah tangga, turut membentuk kebiasaan finansial anak dan anggota keluarga.
Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap investasi dengan iming-iming keuntungan yang tidak wajar. Tawaran program keuangan yang meminta calon pengguna mentransfer dana sebelum memastikan legalitas dan izin lembaganya juga perlu diwaspadai.
OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) sebagai bagian dari upaya memberantas aktivitas keuangan ilegal sekaligus memperkuat perlindungan kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, menciptakan keluarga yang sehat secara finansial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Susana.
Ketua Antarwaktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) DIY, Nurwestu Aria Nugrahadi, mengatakan perkembangan peran perempuan membuat kecakapan mengelola keuangan semakin diperlukan. Perempuan kini tidak hanya berperan sebagai pendamping keluarga dan pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi pendidik pertama bagi anak serta turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan kita, termasuk layanan keuangan yang bisa diakses dengan mudah. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai,” tegas Nurwestu.
Ia meminta perempuan tidak mudah menerima tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Selain itu, data pribadi perlu dijaga dan setiap keputusan finansial sebaiknya diambil setelah memahami risiko yang menyertainya.
“Sebagai perempuan berdaya, tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga mampu mengelola perencanaan dan melindungi keuangannya dengan baik,” tegasnya.
Nurwestu mengapresiasi OJK DIY yang memfasilitasi edukasi tersebut. Ia berharap informasi yang diperoleh peserta dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Penguatan literasi keuangan diharapkan membuat perempuan semakin mampu mengelola keuangan rumah tangga secara sehat sekaligus membentengi keluarga dari risiko penipuan dan aktivitas keuangan ilegal yang berkembang di tengah transformasi digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!