Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Yogyakarta Tembus 3,31 Persen, Pasokan Beras Disorot

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Inflasi Yogyakarta Tembus 3,31 Persen, Pasokan Beras Disorot Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta Joko Prayitno.

YOGYAKARTA – Tekanan harga di Kota Yogyakarta masih terlihat pada September 2026, dengan inflasi tahunan mencapai 3,31 persen. Kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian karena komoditas tersebut memiliki bobot cukup besar dalam penghitungan inflasi dan dikonsumsi masyarakat secara luas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta, inflasi year on year (y-on-y) pada September 2026 tercatat 3,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,27.

Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno mengatakan, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,48 persen, diikuti kelompok transportasi 4,90 persen serta kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,22 persen.

Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) pada September 2026 mencapai 0,28 persen. Adapun inflasi year to date (y-to-d) atau tahun kalender hingga September berada pada level 1,93 persen.

Joko mengatakan, kenaikan harga beras menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan berkurangnya pasokan beras pada September.

“Beras di bulan September ini mengalami kenaikan yang terindikasi dari jumlah pasokannya yang kurang. Mungkin ini juga dipengaruhi faktor El Niño, produksi yang berkurang membuat harga menjadi naik,” jelasnya.

Menurut Joko, perubahan harga beras relatif cepat memberikan dampak terhadap angka inflasi karena tingkat konsumsinya tinggi. Berbeda dengan komoditas yang memiliki bobot lebih kecil dalam penghitungan IHK, perubahan harga beras dapat lebih terasa terhadap pergerakan inflasi.

“Beras itu termasuk komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ketika mengalami kenaikan harga, itu memicu inflasi. Jadi relatif lebih sensitif dibanding komoditas lain yang bobotnya lebih rendah,” katanya.

Berdasarkan hasil survei BPS, kenaikan harga terjadi pada beras medium dan premium. Joko menjelaskan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan posisi Kota Yogyakarta yang bukan merupakan daerah penghasil beras. Kebutuhan masyarakat kota bergantung pada pasokan dari daerah lain.

“Untuk beras yang naik berdasarkan survei adalah beras medium dan premium. Kota Yogyakarta bukan penghasil beras, kita lebih sebagai daerah pengkonsumsi karena sawah di kota sudah sangat sedikit,” ujarnya.

Meski inflasi tahunan mencapai 3,31 persen, Joko menyebut inflasi tahun kalender selama sembilan bulan masih berada di angka 1,93 persen. Perkembangan tersebut menjadi perhatian memasuki tiga bulan terakhir 2026 karena pergerakan harga pada periode tersebut akan turut menentukan capaian inflasi sepanjang tahun.

“Secara year on year ini sudah cukup tinggi, 3,31 persen. Tetapi yang cukup menggembirakan, tahun kalender selama sembilan bulan ini 1,93 persen,” katanya.

Joko mengatakan, tekanan harga berpotensi meningkat menjelang akhir tahun seiring bertambahnya aktivitas masyarakat. Momentum libur Natal dan Tahun Baru biasanya diikuti kenaikan permintaan sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan pokok.

Daging ayam ras, daging, sayuran, beras, serta sejumlah bahan pangan lainnya menjadi komoditas yang perlu diperhatikan. Selain kebutuhan masyarakat, peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta pada periode liburan juga dapat memengaruhi permintaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BPOM Blokir 1,5 Juta Link T...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.