Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produk UMKM Tanah Pasundan Mendunia, Ada Tempe hingga Peralatan Dapur dari Kayu

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 08:16 WIB | Oleh:
Produk UMKM Tanah Pasundan Mendunia, Ada Tempe hingga Peralatan Dapur dari Kayu Doc: antara foto
Ket. Produk olahan kayu

JAKARTA - Provinsi Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia dengan 50.345.200 jiwa mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024.

Angka tersebut sama dengan sekitar 17 persen lebih dari jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan yang berkisar 281,6 juta jiwa.

Tingginya jumlah penduduk Jabar membuat provinsi ini melahirkan potensi pasar yang luas, ketersediaan tenaga kerja yang banyak, serta angka wirausahawan baru yang tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Kabupaten Sukabumi mencatat pada Juli 2025 ada 212.633 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi.

UMKM jenis makanan, kriya, dan fesyen mendominasi ragam UMKM yang hadir di tanah pasundan ini.

Keripik Tempe

Sepasang suami istri di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat bermimpi memperkenalkan makanan tradisional tempe ke pusaran pasar internasional.

Handry Wahyudi dan Vivi Herviany memulai bisnis keripik tempe dengan nama CV Kahla Global Persada pada 2014.

Pengembangan produk pun ditempuh dari hanya membuat keripik tempe original, kemudian melahirkan beragam rasa seperti rendang, sapi panggang, sambal toel, hingga ayam bawang.

Distribusi penjualan dari yang semula di warung kecil sekitaran rumah mereka, kini meluas ke pasar tradisional, lalu merambah ke pasar modern di berbagai daerah di Indonesia.

Satu tujuan besar yang ada di kepala mereka adalah membuat usaha mereka semakin besar agar semakin banyak tenaga kerja sekitar yang bisa terserap.

Setahun setelah usahanya berjalan, koleganya di Kanada dan Norwegia memesan 24 pax atau satu box keripik tempe Kahla. Tak banyak memang, namun satu box itu berhasil melahirkan ide untuk membuka peluang ke pasar internasional.

“Kalau sebelumnya waktu itu kami tidak bicara piece ya. Waktu itu kami per kilo hitungnya. Waktu itu dari 10 kilo, terus naik lagi menjadi 20 kilo terus sampai Alhamdulillah sekarang kita bisa sampai 30.000 piece per bulan,” kata Handry.

Badai besar menghantam para pelaku usaha di tahun 2020, termasuk CV Kahla Global Persada yang tidak dapat lari dari gempuran pandemi Covid-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Menkeu Minta Dunia Usaha Ja...
Daerah
Tim SAR Cari Nenek 68 Tahun...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.