Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikdasmen Dorong Ketahanan Siber Pendidikan Lewat Bug Bounty

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 08:42 WIB | Oleh:
Kemendikdasmen Dorong Ketahanan Siber Pendidikan Lewat Bug Bounty Doc: antara foto
Ket. Program Bug Bounty untuk ketahanan siber di dunia pendidikan.

JAKARTA - Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Bug Bounty 2026 sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional.

Melalui Bug Bounty 2026, Pusdatin mendorong insan pendidikan untuk tidak hanya menjadi pengguna, namun juga bagian dari solusi atas tantangan keamanan informasi.

Kepala Pusdatin Kemendikdasmen Wibowo Mukti di Jakarta, Kamis (9/4), menegaskan program tersebut dirancang sebagai ruang aman (sandbox) bagi peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa memberikan dampak terhadap layanan Kemendikdasmen.

“Program ini dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Wibowo.

Ia menjelaskan pendaftaran peserta dibuka pada 6–30 April 2026 melalui platform Aman Bersama di laman https://amanbersama.kemendikdasmen.go.id, dilanjutkan dengan tahap pengujian pada 1–22 Mei 2026.

Penilaian, kata dia, dilakukan dalam dua tahap, yang pertama ialah aspek teknis yang memiliki bobot 70 persen dengan mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara aspek pelaporan berbobot 30 persen.

Pada tahap kedua, lanjutnya, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti wawancara dengan komposisi penilaian meliputi teknik pengujian (60 persen), komunikasi (20 persen), dan orisinalitas (20 persen).

Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup melalui Anugerah Bug Bounty 2026 pada tanggal 19 Juni 2026.

Wibowo pun mengajak seluruh insan pendidikan yang memiliki minat di bidang keamanan siber untuk berpartisipasi dalam ajang Bug Bounty 2026.

Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Wibowo menyoroti meningkatnya serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial (KA) sepanjang 2025.

Ia juga mengatakan para pemenang nantinya akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan bergabung dalam komunitas Manggala Edu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.