Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Wanti-Wanti Pinjol Legal, Pinjaman Online Ilegal dan Deepfake Jadi Ancaman Baru

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Wanti-Wanti Pinjol Legal, Pinjaman Online Ilegal dan Deepfake Jadi Ancaman Baru Doc: Antara
Ket. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Adief Razali dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis (6/8).

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri pinjaman daring (pindar) memperkuat tata kelola dan manajemen risiko guna menjaga kepercayaan masyarakat, karena kepercayaan publik terhadap industri pindar kerap tergerus dampak maraknya perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal dan penyalahgunaan data pribadi.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Adief Razali menyampaikan persoalan utama yang perlu diberantas bukanlah industri pindar berizin, melainkan praktik pinjol ilegal.

"Pindar kita anggap sebagai bagian dari solusi untuk masyarakat, bukan masalahnya. Masalahnya memang kasus-kasus pinjaman online ilegal dan penyalahgunaan data pribadi yang tidak bertanggung jawab," ujar Adief dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis (6/8).

Adief mengingatkan hilangnya kepercayaan publik bisa menghambat keberlanjutan industri pindar legal. Oleh karena itu, pengembangan industri tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus diiringi upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Lebih lanjut, Adief mengatakan perlindungan konsumen dan tata kelola yang baik bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan fondasi utama bagi pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, otoritas meminta seluruh penyelenggara pindar memperkuat manajemen risiko serta sistem pengendalian internal, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menghadirkan tantangan baru terhadap keamanan data pribadi.

"Perlindungan konsumen dan tata kelola yang baik bukan sekadar kewajiban regulasi. Keduanya adalah fondasi keberlanjutan industri ini. Oleh karena itu, kami selalu remind kepada industri untuk selalu menguatkan tata kelolanya, menguatkan juga manajemen risikonya sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat," ujarnya.

Di sisi lain, Adief menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber seiring berkembangnya teknologi, termasuk pemanfaatan akal imitasi (AI) oleh pelaku penipuan.

Ia mencontohkan teknologi deepfake yang meniru wajah maupun suara seseorang dengan sangat mirip sehingga berpotensi disalahgunakan dalam proses verifikasi identitas.

Menurut dia, penyelenggara pindar perlu terus memperkuat proses onboarding digital, termasuk teknologi liveness detection agar mengantisipasi metode penipuan yang semakin canggih.

"Teknologi para penipu juga cepat sekali berkembang. Pindar harus menyesuaikan. Jadi teknologi deepfake jangan sampai deepfake membuat kita terkena masalah," kata Adief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Upaya Mengurangi Residu Karhutla di Palembang

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Upaya Mengurangi Residu Kar...
Nasional
Cegah Kanker Sejak Dini, YK...

Riyadh Dibombardir Houthi, Piala Asia 2027 Pindah atau Tunda?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Riyadh Dibombardir Houthi, ...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.