Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci yang Menyatukan Generasi dan Warisan Leluhur

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 20:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci yang Menyatukan Generasi dan Warisan Leluhur Doc: Antara Foto
Ket. Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Lima Suku: Mangku Malano, Ijung Jay Karti, Ijung Suku Lamat, Ijung Pati Jadi dan Ijung Tabajo wilayah Semurup mengikuti ritual adat mandi balimau (mandi air jeruk) di Sungai Batang Merao.

Bendera karamentang telah dipasang  sebagai pemberitahuan bahwa upacara adat Kenduri Sko tengah berlangsung.

Bendera karangmentang  memiliki lima warna sebagai simbol lima suku yang terhimpun di dalamnya.  Bendera dipasang tinggi menjulang di setiap sudut strategis, khususnya sekitar Pasar Semurup Kerinci Jambi.

Sore itu di penghujung Juni 2025 aktivitas ekonomi dan kegiatan sosial di tiga desa di Koto Baru, Air Tenang dan Sawahan Jaya seperti terhenti sejenak. Masyarakatnya sedang mengikuti upacara adat mengasap negeri, salah satu rangkaian kenduri Sko.

Halaman di sekitar rumah Depati Simpan Negeri (Pemangku Adat) terasa beda dari biasanya. Dari kejauhan bau daun sitawa dan peladang serta kelegitan aroma kemenyan terasa menusuk hidung.

Para Ninik Mamak (Tokoh Adat, red) dan pemangku adat berkumpul di rumah pesusun negeri, mendengar dan menerima titah dari depati untuk mengelilingi negeri (kampung) membawa doa-doa kebaikan.

Mereka diiringi asap kemenyan dan cembung --sebuah mangkok putih peninggalan leluhur-- yang bisa menimbulkan suara dengungan saat digosok menggunakan telapak tangan hulu balang pembawanya.

Sepanjang jalan mengitari kampung, peserta melantunkan pujian kebaikan sembari memercikkan air ramuan dari jenis daun sitawa, sidingin, peladang hitam dan putih serta doa ke setiap halaman rumah diiringi pukulan lembut alat kebesaran seperti kempul (gong kecil).

Di titik sudut kampung, perwakilan ninik mamak melantunkan adzan. Lantunan di tempat terbuka menghadap ke barat, setelahnya ditutup dengan doa yang memiliki makna penyampaian rasa syukur dan permintaan agar negeri yang didiami tetap lestari serta terhindar dari marabahaya.

Begitu seterusnya hingga empat sisi sudut negeri berkumandang adzan dan doa. Prosesi ini digelar hingga mendekati senja. Ritual mengasap negeri dilakukan selama tiga hari berturut-turut.

Malam baru berlalu, perlahan Ninik Mamak dan sejumlah panitia kenduri adat berdatangan ke rumah pesusun negeri.

Tua, muda, laki-laki dan perempuan berkumpul mendengar petuah adat dari depati agar pelaksanaan puncak kenduri diberkati.

Kemudian, mereka memotong jeruk limau semua jenis jeruk purut, kunci, kapas dan oadang hasil mupu atau mengumpulkan dari rumah-rumah warga ke rumah pesusun negeri.

Setelah proses pemotongan selesai, mereka masih berkumpul mengikuti rangkaian ritual berlanjut upacara adat 'Asyeik', tarian adat sebagai cara berkomunikasi dengan para leluhur untuk meminta kebaikan dan perlindungan untuk warga Tigo Huhah Semurup.

Tarian ini sarat akan hal magis, namun memiliki filosofi yang dalam serta makna sejarah perjalanan panjang masyarakat suku Kerinci.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.