Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebaran Abu Vulkanik Krakatau Meluas Hingga ke 23 Kecamatan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebaran Abu Vulkanik Krakatau Meluas Hingga ke 23 Kecamatan Doc: Antara

Serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 23 kecamatan di wilayahnya terdampak paparan abu vulkanik menyusul tingginya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, melalui keterangannya di Serang, Senin, mengatakan sebaran abu vulkanik bersifat dinamis dan terus meluas mengikuti arah serta kecepatan angin.

Beberapa Kecamatan terdampak yakni Anyer, Cinangka, Paburan, Ciomas, Mancak, Baros, Padarincang, Petir, Cikeusal, Bandung, Kramatwatu, Puloampel, Cikande, Carenang, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Tanara, Bojonegara, dan Tunjung Teja.

"Hingga Senin sore pukul 15.00 WIB, tercatat 23 kecamatan di Kabupaten Serang terdampak abu vulkanik, dengan penambahan wilayah terdampak baru di Kecamatan Gunungsari, Binuang, dan Tirtayasa," katanya.

Ajat menjelaskan berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam memang telah berakhir, namun aktivitas gunung api tersebut masih menunjukkan erupsi ringan secara berkala dengan tingkat kegempaan yang tinggi.

Oleh karena itu, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga dengan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.

Terkait pergerakan material vulkanik, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kolom abu terpantau mencapai ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer. Sebaran abu pada lapisan rendah meluas ke arah barat daya hingga barat laut yang mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan di sekitarnya.

Meskipun aktivitas vulkanik masih fluktuatif, Ajat memastikan bahwa kondisi perairan Selat Sunda masih terpantau aman tanpa adanya anomali muka air laut dari alat deteksi tsunami.

"Probabilitas tsunami di Selat Sunda berada pada kategori rendah di bawah 50 persen, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari pemerintah," ujar Ajat.

Sebagai langkah penanganan dan mitigasi di lapangan, tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang juga telah memasang alat deteksi dan pemantauan debu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah dampak turunan dari hujan abu tersebut, seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, penurunan jarak pandang, hingga kondisi jalanan yang menjadi licin. Perlindungan ekstra juga harus diberikan kepada kelompok rentan yang meliputi anak-anak, warga lanjut usia, serta penderita penyakit penyerta agar tidak terpapar abu secara langsung.

"Kami meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat intensitas abu meningkat dan wajib menggunakan masker serta pelindung mata jika terpaksa keluar. Pastikan juga pintu, jendela, serta ventilasi rumah tertutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam ruangan," ucap Ajat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.