Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reformasi Agraria Buka Jalan Kesejahteraan, Warga Kini Punya Akses Tanah yang Lebih Adil

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Reformasi Agraria Buka Jalan Kesejahteraan, Warga Kini Punya Akses Tanah yang Lebih Adil Doc: Antara foto/HO-Pemkot Jakut
Ket. Wakil Wali Kota Jakarta Utara , Fredy Setiawan bersama Ketua Pansus PTSL Dwi Rio Sambodo saat meninjau Kampung Kota di Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Senin (7/9).

JAKARTA - Ketua Pansus Reforma Agraria dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menyatakan Reformasi Agraria bukan semata-mata memberikan sertifikat tanah, melainkan menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Substansi utama reforma agraria bukan semata-mata memberikan sertifikat, melainkan menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Dwi Rio Sambodo di Jakarta, Senin.

Hal ini diungkapkan setelah ada warga yang menyampaikan aspirasi terkait kemungkinan penerapan kepemilikan tanah secara kolektif setelah proses redistribusi dilakukan.

Aspirasi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di kampung kota.

Ia menjelaskan setiap lokasi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda karena mekanisme kepemilikan perlu mempertimbangkan keberlangsungan masyarakat agar kepastian hak atas tanah tidak justru membuka peluang terjadinya penggusuran secara tidak langsung akibat tekanan pasar.

"Ketika ada keputusan redistribusi tanah, hak kepemilikan diusulkan bersifat kolektif sehingga menjaga ekosistem kebutuhan warga, termasuk siklus sosial ekonomi warga. Jangan sampai setelah redistribusi tanah ada sertifikat, malah kemudian dimangsa oleh kemauan pasar sehingga mereka tersingkir dan tergusur dari kampung kota yang harusnya dijaga bersama," papar Rio.

Dia menambahkan, intisari dari redistribusi itu untuk kesejahteraan, keadilan, ekonomi, sosial bagi warga. Karena itu, redistribusi tanah perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari penguatan UMKM, koperasi, dukungan pemerintah daerah, hingga akses pembiayaan usaha.

Dia berharap dukungan tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha tanpa terjebak praktik pinjaman berbunga tinggi atau rentenir.

"Selain redistribusi, juga ada pemberdayaan ekonomi, sosial, lingkungan, dan segala lini yang dibutuhkan oleh warga di tiga kampung kota ini," kata dia.

Sebelumnya, Tiga kampung di kawasan Ancol, Jakarta Utara diusulkan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang bertujuan mendorong terwujudnya kepastian hak atas tanah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Reforma Agraria di kawasan kampung kota.

Ketiga kampung itu, yakni Kampung Lodan, Kampung Tongkol, dan Kampung Kerapu.

"Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Ketua Pansus Reforma Agraria dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) DPRD DKI Jakarta yang memastikan kesiapan dari tiga kampung ini, khususnya yang ada di Kelurahan Ancol untuk menjadi Tanah Objek Reforma Agraria yang akan diusulkan melalui Gubernur Pramono Anung," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan saat kunjungan bersama Ketua Pansus PTSL di Jakarta, Senin.

Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama DPRD DKI Jakarta terus mendorong terwujudnya kepastian hak atas tanah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Reforma Agraria di kawasan kampung kota.

Menurut Fredy, kepastian hukum atas tanah diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga.

"Kami berharap dengan adanya kepastian hukum maka masyarakat yang ada di Ancol ini bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan. Bahkan ada opsi dari Pak Dewan selaku Komisi B untuk mendorong peningkatan ekosistem pariwisata sehingga masyarakatnya semakin sejahtera," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Olahraga
Emma Navarro Melaju ke Pere...
Olahraga
Belgia Enggan Dukung Infant...

Ponorogo Catat 54 Karhutla, Luas Area Terdampak Capai 189 Hektare

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ponorogo Catat 54 Karhutla,...

Jatim Gelar Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Jatim Gelar Modifikasi Cuac...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.