Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci yang Menyatukan Generasi dan Warisan Leluhur

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 20:12 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ade Putra Yudi keturunan ke-14, bergelar Salih Kuning Barajato Panjang yang terlibat aktif dalam kegiatan kenduri ini mengatakan, tahapan ritual ini memerlukan waktu hampir satu bulan.

Jauh sebelum rangkaian mengasap negeri, mandi balimau dan kenduri berlangsung. Ninik mamak sudah melakukan rangkaian awal kegiatan tersebut.

Dimulai dengan mengantar sirih ke rumah Gedang Induk Tigo Luhah Semurup, Suku Ijung Jayo Karti dan Melano mengantar ke rumah Nenek Besi, Suku Ijung Tibajo dan Suku Ijung Sukulamat ke rumah Nenek Suri Alam dan suku Ijung Pati Jatdi ke rumah Gedang Ijung Parajinah.

Setelah prosesi itu selesai, tahapan selanjutnya para tetua ninik mamak menurunkan pedandan atau barang pusaka yang tersimpan lama. Selanjutnya benda tersebut dicuci oleh pemangku adat.

Tahap berikutnya, menaikkan bendera karamentang, dan mengantar sirih ke Hiang (Suku di Kerinci), karena nenek moyang suku Ijung Karti berasal dari sana. Maka dari itu, prosesi kenduri terlebih dahulu meminta izin ke Hiang. Baru setelah itu masyarakat Desa Koto Baru, Air Tenang dan Sawahan Jaya melaksanakan rangkaian demi rangkaian adat Kenduri Sko hingga puncaknya mengasap negeri, mandi balimau dan penyembelihan kerbau.

Mengakhiri acara adat, benda pusaka atau pedanden disimpan kembali, selanjutnya masyarakat menurunkan bendera karamentang sebagai tanda acara adat berakhir.

Bupati Kabupaten Kerinci, Monadi mengapresiasi  kegiatan pelestarian adat yang dilakukan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Menurut dia, kegiatan ini memiliki nilai filosofis yang mendalam dalam upaya melestarikan kearifan budaya lokal suku Kerinci.

Kerinci sebenarnya satu sistem. Jika berbicara kenduri Sko maka pemahaman yang benar adalah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, satu kesatuan suku Kerinci.

"Ke depan agenda seperti itu akan dikolaborasikan antara kabupaten dan kota," ujarnya, menegaskan.

Kenduri Sko harus dilestarikan. Rangkaian upacara adat dan tradisi  yang telah berjalan lama turun temurun hilang di telan perkembangan zaman.

Kenduri Sko bukan sekadar  seremonial, namun mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dan tumbuh di masyarakat. Oleh karena itu, patut dilestarikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Anggaran Kesehatan DKI 2027...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Tetap Prioritas Utama

ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Tetap Prioritas Utama

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.