Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes RI Soroti Peran Ahli Geospasial dalam Negosiasi Batas Maritim

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 06:30 WIB | Oleh:
Dubes RI Soroti Peran Ahli Geospasial dalam Negosiasi Batas Maritim Doc: Dok. Istimewa

Pengelolaan perbatasan bukan sekadar persoalan teknis pemetaan, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek hukum, diplomasi, dan geopolitik. Tantangan utama dalam negosiasi batas maritim meliputi perbedaan klaim, kepentingan ekonomi, serta dinamika politik yang dapat mempengaruhi proses diplomasi antarnegara. Oleh karena itu, kehadiran ahli geodesi dan geomatika dalam perundingan menjadi krusial, karena mereka menyediakan data akurat dan analisis geospasial yang mendukung negosiasi.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Yunani, Dr. Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, dalam kuliah tamu bertajuk “Manajemen Perbatasan: Strategi dan Teknik Negosiasi Penetapan Batas Maritim” di Program Studi Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam pemaparannya, Dubes Bebeb Djundjunan membagikan pengalaman nyata dalam negosiasi internasional terkait batas maritim Indonesia. Posisi geografis Indonesia yang berbatasan langsung dengan India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Timor Leste, dan Australia menjadikan isu perbatasan sebagai tantangan yang kompleks. "Meskipun beberapa batas telah disepakati, masih banyak segmen batas maritim yang belum terselesaikan hingga saat ini," ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (14/3).

Sebagai mantan Ketua Tim Delegasi Teknis Indonesia dalam Perundingan Batas Maritim periode 2016–2022, ia menegaskan bahwa setiap perundingan harus didukung oleh tim teknis yang memastikan negosiasi berbasis perhitungan objektif sesuai kaidah hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Ia mencontohkan keterlibatan Dr. I Made Andi Arsana dari Teknik Geomatika UGM, yang menjadi bagian dari tim pakar dalam negosiasi batas maritim Indonesia.

Dubes Bebeb berharap adanya kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji isu perbatasan secara lebih mendalam. Hasil kajian dari akademisi diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi pemerintah, sehingga tim negosiasi semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan maritim Indonesia di kancah internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Olahraga
Tim Basket 3x3 Putra Kalah ...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.