El Nino Bikin Waduk Citarum Kering, Kementerian PU Gelar Operasi Hujan Buatan
📅 Senin, 21 Sep 2026, 22:23 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) bersama TNI Angkatan Udara (AU), Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Wilayah Sungai Citarum.
OMC yang berlangsung 18–22 September 2026 dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, difokuskan untuk meningkatkan volume tampungan air pada tiga Waduk Kaskade Citarum, yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan air sampai ke sawah.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap dijaga, khususnya ketika musim kemarau menyebabkan sumber air warga mulai mengalami kekeringan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody di Jakarta, Senin (21/9).
Pelaksanaan OMC ini merupakan tahap kedua, setelah kegiatan serupa dilakukan pada awal Agustus 2026 lalu. Pada tahap kedua, potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tangkapan air Citarum dimaksimalkan untuk menghasilkan hujan di lokasi yang membutuhkan tambahan pasokan air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Hujan yang mengguyur kawasan Cirata dan sekitarnya pada 18 September 2026 turut memberikan tambahan air bagi Bendungan Cirata dan Jatiluhur. Tambahan air dari hujan di daerah tangkapan diharapkan dapat membantu menjaga volume tampungan waduk sekaligus mendukung keberlanjutan layanan air bagi masyarakat maupun lahan pertanian.
Bagi sektor pertanian, ketersediaan air di waduk menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan budidaya. Pasokan air yang terjaga memungkinkan distribusi air irigasi tetap dilakukan sesuai kebutuhan, sehingga sawah tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
Upaya menjaga tampungan air melalui OMC juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebutuhan air lahan pertanian tetap agar dapat terpenuhi di tengah musim kemarau, terutama pada DAS Citarum memiliki jaringan irigasi yang mengairi sekitar 522.861 hektar lahan sawah. Sementara pada Waduk Jatiluhur sendiri memiliki kapasitas layanan irigasi sekitar 240 ribu hektar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui OMC, Kementerian PU berupaya memanfaatkan setiap peluang terbentuknya awan hujan untuk menambah pasokan air di daerah tangkapan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dan aktivitas pertanian tetap terpenuhi selama periode kemarau panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!