Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Mitigasi Bencana, Kemenperin Optimalkan Teknologi Industri 4.0

📅 Senin, 21 Sep 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Mitigasi Bencana, Kemenperin Optimalkan Teknologi Industri 4.0 Doc: istimewa
Ket. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan teknologi Industri 4.0 untuk mendukung mitigasi bencana di Indonesia yang memiliki risiko tinggi akibat kondisi geografis dan geologisnya

JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan teknologi Industri 4.0 untuk mendukung mitigasi bencana di Indonesia yang memiliki risiko tinggi akibat kondisi geografis dan geologisnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemanfaatan teknologi digital tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing manufaktur, tetapi juga untuk memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, penanganan, hingga pemulihan bencana.

"Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital," ujar Menperin di Jakarta, Senin (21/9).

Untuk itu, Kemenperin menjadikan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai technology and digital hub yang telah berkolaborasi dengan 65 mitra dari industri, penyedia teknologi, asosiasi, dan perguruan tinggi.

Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan, mengungkapkan PIDI 4.0 kini bermitra dengan dua startup teknologi kebencanaan, yakni TechnoGIS dari Sleman dan BATARI Energy dari Cimahi.

"Kemenperin memiliki kemitraan dengan dua startup, yaitu TechnoGIS dan BATARI Energy. Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia," kata Adie.

TechnoGIS mengembangkan teknologi geospasial untuk pemetaan cepat wilayah terdampak bencana. Produk unggulannya, NiVO VTOL, mampu menyediakan data geospasial dan analisis komprehensif secara real time.

Selain itu, TechnoGIS juga memiliki Blue Marine Echosounder, perangkat batimetri akurasi tinggi untuk mengukur kedalaman laut dan analisis sedimen. Teknologi ini dapat memetakan jalur patahan bawah laut untuk mitigasi gempa-tsunami serta memetakan perubahan alur sungai akibat sedimentasi untuk mencegah banjir luapan.

Sementara BATARI Energy fokus pada energi bersih untuk penanganan pascabencana, berupa panel surya, perangkat energi portabel untuk energi darurat, serta baterai berkapasitas tinggi berbobot ringan untuk mendukung operasional drone pemetaan daerah bencana.

Sebagai langkah promosi, Kemenperin telah menghadirkan kedua startup tersebut dalam ajang Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 yang digelar BNPB pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk membuka peluang kolaborasi global.

Selain teknologi, Kemenperin juga menyiapkan SDM industri penanggulangan bencana melalui Politeknik APP Jakarta dengan Prodi D3 Manajemen Logistik Industri Elektronika, yang berperan penting dalam mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan.

"Kementerian Perindustrian terus memperkuat terwujudnya ekosistem kemandirian teknologi kebencanaan, termasuk kesiapan sumber daya manusianya. Harapannya, ke depan Indonesia akan semakin mampu membangun teknologi yang bermanfaat dalam penanganan bencana alam," pungkas Adie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

27 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

47 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.