Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Makin Mahal, Harga Medium hingga Premium Kompak Naik

📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beras Makin Mahal, Harga Medium hingga Premium Kompak Naik Doc: ANTARA/ Nirkomala
Ket. Ilustrasi - Salah seorang konsumen melihat harga beras kemasan premium di salah satu retail di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium hingga premium kembali menjadi perhatian karena komoditas ini memiliki porsi besar dalam pengeluaran rumah tangga.

Perubahan harga di tingkat konsumen tidak hanya dipengaruhi ketersediaan pasokan, tetapi juga biaya distribusi, kondisi produksi, serta dinamika permintaan.

Karena itu, menjaga stabilitas harga beras menjadi tantangan penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa menekan kesejahteraan petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras mengalami kenaikan pada minggu ketiga September 2026, baik untuk beras medium maupun premium.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (21/9), mengatakan sejumlah kabupaten/kota mencatatkan kenaikan harga beras lebih dari 3 persen.

Secara nasional, harga beras medium meningkat 0,76 persen pada minggu ketiga September 2026, sedangkan beras premium naik 0,69 persen.

"Berdasarkan kabupaten/kota, cukup banyak kabupaten/kota yang perubahan IPH (Indeks Perkembangan Harga) berasnya itu di atas 3 persen," ujar Ateng.

Harga rata-rata nasional beras medium hingga minggu ketiga September 2026 sebesar Rp14.644 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan untuk zona 1 Rp13.500 per kilogram, zona 2 Rp14.000, dan zona 3 Rp15.500.

Sementara harga rata-rata nasional beras premium Rp16.495 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.

Menurut Ateng, perubahan IPH beras tertinggi di tingkat provinsi tercatat di Papua Pegunungan dengan kenaikan sebesar 4,29 persen. Selanjutnya, Sulawesi Utara mencatat kenaikan 2,6 persen.

Berdasarkan kabupaten/kota, kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang mencapai 47,94 persen.

Kenaikan beras yang cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 12 persen dan Kabupaten Minahasa sebesar 10,29 persen.

Sejumlah kabupaten/kota lainnya mencatat kenaikan harga beras dalam kisaran 3 persen hingga 7,5 persen. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Semarang, Kabupaten Ende, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Seluma.

Ateng mengatakan perkembangan harga beras tersebut perlu mendapat perhatian, terutama karena pergerakan harga beras akan turut menjadi salah satu komponen yang diperhitungkan dalam inflasi tahunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.