Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Ungkap Sederet Risiko Siap Guncang Pertumbuhan Ekonomi Dunia

📅 Senin, 21 Sep 2026, 20:58 WIB | Oleh:
IMF Ungkap Sederet Risiko Siap Guncang Pertumbuhan Ekonomi Dunia Doc: AFP

NEW YORK - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menilai bahwa ekonomi dunia sedang menghadapi risiko akibat inflasi yang sulit diredam, meningkatnya biaya pembayaran utang, serta investasi kecerdasan buatan (AI), meskipun ekonomi global terbukti lebih tangguh daripada yang dikhawatirkan banyak pihak.

"Inflasi sulit diredam. Kita tidak mengantisipasi solusi cepat. Dan itu berarti banyak bank sentral harus memperketat (kebijakan)," kata Georgieva dalam sebuah dialog edisi khusus Forum Ekonomi Qatar di New York City, Amerika Serikat (AS), Minggu (20/9).

Menurut Georgieva, upaya menjaga stabilitas harga juga meningkatkan biaya dan kesulitan pembayaran utang. Dia menilai banyak pemahaman mengenai perlunya konsolidasi fiskal, tetapi tindakan yang diambil belum cukup.

Dia juga menyoroti risiko potensial yang timbul dari penggunaan leverage dan pembiayaan sirkular dalam investasi AI, dengan mengatakan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang harus diwaspadai.

"Jika AI mengecewakan karena ekspektasi kita yang tinggi, jika ekspektasi itu tidak terwujud, kekecewaan berpotensi menimbulkan guncangan pada sistem," kata Georgieva.

Dia menilai risiko dalam pembiayaan AI terutama terkonsentrasi di AS sementara banyak pelaku lain di Asia dan Eropa terlibat dalam rantai pasokan AI.

Menurut Georgieva, proyeksi baru IMF mengenai perekonomian dunia yang akan dirilis pada Oktober akan mencerminkan fakta bahwa risiko masih tetap tinggi.

"Mempertahankan pertumbuhan di sekitar 3 persen merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat semua guncangan yang telah kita alami," ujarnya.

Georgieva mengatakan dirinya melihat optimisme dari tindakan luar biasa yang dilakukan secara cepat ketika diperlukan untuk mengatasi guncangan pasokan energi.

"Sementara itu, banyak pembicaraan tentang dunia yang terfragmentasi, dan memang dunia saat ini kurang bersatu. Namun, dunia ini tetaplah tempat kita saling bergantung dan bekerja sama," ujar Georgieva.

"Kita harus berhati-hati dan waspada. Risikonya tinggi dan ketidakpastian adalah kenormalan baru," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Asean Jadi Magnet Global, I...
Luar Negeri
Uni Eropa Ajak Kanada Jalin...
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.