Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 23:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026 Doc: istimewa
Ket. Pengembangan industri halal merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar yang semakin luas

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat ekosistem industri halal nasional untuk memperluas penetrasi ke pasar global melalui Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang akan digelar 24–27 September 2026 di Hall 3 dan 3A ICE BSD City, Tangerang.

Pameran seluas 12.740 meter persegi ini menargetkan lebih dari 30 ribu pengunjung dan melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri. Sektor yang ditampilkan meliputi makanan-minuman, farmasi dan obat tradisional, kosmetik dan lifestyle, keramik dan tableware, tekstil, barang gunaan, hingga kawasan industri halal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pengembangan industri halal merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar yang semakin luas.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, industri halal nasional harus semakin produktif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan dan standar pasar global. Halal Indo 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan kekuatan industri dalam negeri dengan peluang pasar yang lebih luas," kata Agus di Jakarta, Sabtu (19/9).

Agus menambahkan keikutsertaan Kemenperin merupakan bagian upaya strategis mempersiapkan industri halal nasional agar mampu bersaing dan mendukung kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

174 Industri Difasilitasi, 1.091 Daftar IHYA

Sekjen Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menjelaskan Kemenperin akan membangun Paviliun seluas 1.818 meter persegi yang terdiri dari main booth, 174 standard booth untuk fasilitasi pelaku industri, area layanan halal oleh LPH Kemenperin, serta area showcase pemenang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA).

"Antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi cukup tinggi. Sejak pendaftaran fasilitasi booth dibuka pada 25 Mei 2026, sebanyak 236 pelaku industri mendaftar. Melalui proses kurasi bersama unit pembina sektor, ditetapkan 174 peserta atau co-exhibitor Paviliun Kemenperin, yang terdiri atas 20 industri besar dan 154 industri kecil dan menengah," ungkap Eko.

Selain pameran, paviliun akan diisi business meeting, workshop, dan interactive challenge untuk meningkatkan interaksi pelaku industri dengan calon mitra.

Halal Indo 2026 juga akan menghadirkan peserta dan calon pembeli potensial dari 15 negara, antara lain Uzbekistan, Vietnam, Filipina, Amerika Serikat, Maroko, Thailand, Malaysia, Selandia Baru, Libya, Kazakhstan, Kirgistan, Uni Emirat Arab, Maladewa, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Kemenperin berkoordinasi dengan Kemlu dan Kemendag untuk mendiseminasikan informasi peserta kepada perwakilan RI di luar negeri guna menjaring potential buyers.

"Halal Indo harus menjadi ruang untuk mempertemukan kemampuan produksi industri nasional dengan permintaan pasar. Karena itu, kami ingin pelaku industri yang difasilitasi memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk membangun jejaring dan membuka peluang ekspor," jelas Eko.

Untuk memperkuat ekosistem, Kemenperin kembali menggelar IHYA 2026 sebagai rangkaian Halal Indo. Penghargaan diberikan kepada industri besar dan IKM, kawasan industri, lembaga pengelola sentra IKM, pemerintah, perguruan tinggi, hingga lembaga jasa keuangan.

"IHYA tidak semata-mata merupakan sebuah penghargaan. Kami ingin menjadikannya sebagai instrumen untuk memacu semakin banyak pemangku kepentingan terlibat aktif dalam membangun ekosistem industri halal nasional yang kuat dan berkelanjutan," tutur Eko.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
21 Sep 2026, 13:21 WIB.

Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di Kaltim ini sangat esensial untuk pemerataan ekonomi daerah, namun saya sangat setuju dengan poin Ibu Nila bahwa standarisasi kualitas tidak boleh dikesampingkan, karena dalam industri manufaktur berskala besar, presisi dan sertifikasi seperti SNI adalah harga mati agar keseluruhan rantai pasok beroperasi optimal tanpa kendala teknis

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSS Belum Memikirkan League Cup, Masih Fokus Liga Super

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Belum Memikirkan League...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.