Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mama Lifa dan Lifa, Induk dan Anak Orangutan Terjebak di Perkebunan Sawit

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Mama Lifa dan Lifa, Induk dan Anak Orangutan Terjebak di Perkebunan Sawit Doc: ANTARA/HO-YIARI/Heribertus Suciadi
Ket. Orangutan Mama Lifa dan Lifa yang terjebak di kawasan perkebunan kelapa sawit yang terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang di evakuasi oleh BKSDA dan YIARI Kalbar

PONTIANAK -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan induk dan anak orangutan Mama Lifa dan Lifa yang terjebak di perkebunan sawit yang terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang.

"Kedua orangutan ditemukan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, dengan hanya bertahan di antara beberapa pohon akasia dalam area sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit," kata Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting di Ketapang, Minggu.

Dia menjelaskan keberadaan Mama Lifa dan Lifa menunjukkan bagaimana orangutan dapat bertahan di area yang sangat terbatas ketika habitat di sekitarnya sudah tidak lagi mendukung.

Keberadaan kedua satwa tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat melalui Call Center BKSDA Kalbar pada Rabu (16/9). Menindaklanjuti laporan itu, tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah Ketapang bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI melakukan verifikasi pada Kamis (17/9).

Hasil verifikasi menunjukkan induk dan anak orangutan berada di kawasan yang sangat terbatas dan tidak lagi memiliki sumber pakan yang memadai. Kondisi di sekitar lokasi juga telah terdampak kebakaran.

"Ketika area yang tersedia sangat kecil dan sumber pakan tidak memadai, risiko bagi orangutan menjadi semakin besar," tuturnya.

Setelah memastikan kondisi lapangan, tim memutuskan melakukan evakuasi pada Jumat (18/9). Untuk menjaga keselamatan satwa dan petugas, proses penyelamatan dilakukan menggunakan senapan bius.

Kedua orangutan kemudian dipindahkan ke lokasi yang aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada induk yang diberi nama Mama Lifa maupun anaknya, Lifa.

Namun, suhu tubuh Mama Lifa tercatat mencapai 39,5 derajat Celsius. Tim medis kemudian memberikan pengobatan, dukungan cairan melalui infus, serta oksigen.

Berdasarkan pemeriksaan gigi, Mama Lifa diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, sedangkan Lifa yang masih menyusu diperkirakan berusia satu hingga dua bulan.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan kedua orangutan tersebut, sehingga proses penyelamatan dapat segera dilakukan.

"Respons cepat dari masyarakat sangat membantu kami memperoleh informasi awal, sehingga tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan di lapangan," katanya.

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan keberadaan orangutan maupun satwa liar lain yang berada dalam kondisi terancam, terutama di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan penanganan sendiri, karena dapat membahayakan manusia maupun satwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Pilu Penderitaan Warga Suda...
Daerah
Wali Kota Bandung Buka Turn...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.