Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 12:38 WIB | Oleh:
Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi Doc: antara foto
Ket. PT. Pertamina (Persero) bersama Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat kolaborasi transformasi menuju kawasan hijau dan bersih.

KABUPATEN BEKASI - PT. Pertamina (Persero) bersama Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat kolaborasi transformasi menuju kawasan hijau dan bersih sekaligus implementasi 'Net Zero Emmision' melalui pemanfaatan energi bersih, limbah menjadi energi maupun penggunaan hidrogen untuk industri dan transportasi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT. Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengapresiasi visi industri hijau dan berkelanjutan Jababeka bersama para perusahaan di dalamnya yang telah menunjukkan komitmen maupun aksi nyata menuju industri hijau maupun dekarbonisasi.

"Kolaborasi ini telah dirintis sejak 2022 dalam event B-20 Summit dan World Economi Forum G-20 di Davos. Kami berkomitmen melanjutkan skema kerja sama sebagaimana yang telah dirintis dengan fokus pengembangan industri ramah lingkungan, terutama penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka," katanya di Cikarang, Minggu (20/9).

Dia menjelaskan penguatan kerja sama tahun ini mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC atau gas dari limbah organik yang dapat menggantikan gas bumi, panel surya dan baterai penyimpan listrik hingga kredit karbon, yaitu mekanisme yang memberi nilai ekonomi pada upaya mengurangi emisi.

Pihaknya juga akan menjajaki sektor hidrogen hijau untuk transportasi rendah karbon dalam konsep kota berbasis transportasi umum terintegrasi, sebagai perluasan jenis energi bersih lain, termasuk pengembangan biometana hingga potensi panas bumi.

Dirinya juga mengapresiasi komitmen para perusahaan atas keberhasilan mengimplementasikan bukti nyata menuju emisi nol bersih atau net zero emission. Seperti Unilever dengan mengembangkan biometana sebagai sumber gas ramah lingkungan bersama PT. Perusahaan Gas Negara (PGN), bagian grup Pertamina.

Contoh lain adalah Astemo yang sejak tiga tahun lalu mulai memasang panel surya atap berkapasitas 1,2 megawatt dan kini telah menjadi lebih dari 2 megawatt.

"Ini menunjukkan komitmen para tenan menjadi net zero industrial cluster dengan dukungan Jababeka Infrastruktur. Karena itu, Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenan dalam melakukan dekarbonisasi," ujarnya.

Pihaknya memastikan memberikan dukungan berupa penyelesaian masalah lingkungan seperti mengolah limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas dari limbah menjadi hidrogen yang dapat digunakan di kawasan industri maupun sektor transportasi.

"Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenan ini dapat terwujud dan dapat mendorong pemerintah menyiapkan regulasi.sehingga tujuan itu bisa tercapai," katanya.

Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menyebut penguatan kolaborasi ini bertujuan membantu perusahaan-perusahaan di kawasannya mengurangi emisi karbon, kawasan lebih bersih, hijau dan nyaman untuk bekerja, tinggal maupun beraktivitas.

Ia mengatakan perusahaan terus melakukan inovasi dan transformasi menuju nol emisi bersih salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 230 kWp di instalasi pengolahan air kawasan industri setempat, hasil kerja sama Pertamina NRE.

Sejak beroperasi pada 2023, panel tersebut telah menghasilkan listrik sebesar 858,21 MWh. Menurut data pengelola, jumlah itu setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 734 ton CO2e.

Penggunaan panel surya atap kini juga diikuti perusahaan lain di satu kawasan tersebut. Hingga September 2026, tercatat 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah melakukan instalasi dengan total kapasitas 14,5 MWp.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
21 Sep 2026, 13:30 WIB.

Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang kini telah diadopsi oleh 23 perusahaan dengan total kapasitas mencapai 14,5 MWp di Kawasan Industri Jababeka, saya merasa sangat optimistis bahwa kolaborasi strategis bersama Pertamina ini akan menjadi cetak biru yang amat efektif dalam mempercepat proses dekarbonisasi sektor manufaktur berskala besar di seluruh wilayah Indonesia

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.