Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z” Tawarkan Gagasan Bung Karno untuk Generasi Muda

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z” Tawarkan Gagasan Bung Karno untuk Generasi Muda Doc: Dok. istimewa

JAKARTA – Gagasan Marhaenisme Bung Karno ditawarkan kembali sebagai perangkat kritis bagi Generasi Z untuk membaca persoalan struktural yang mereka hadapi, mulai dari kerentanan ekonomi gig, kecemasan iklim, ketimpangan digital, hingga berbagai krisis kemanusiaan.

Gagasan tersebut menjadi pokok pembahasan Airlangga Pribadi Kusman, pengajar Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga sekaligus Direktur Centre for Governance and Citizenship Studies (CGCS), yang bersama Rocky Gerung menulis buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z (2026).

Airlangga memaparkan gagasan tersebut dalam Forum Praksis seri ke-23 bertema “Proklamasi Kemerdekaan, Marhaenisme, dan Gen-Z” di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Forum itu merupakan kerja sama PRAKSIS (Pusat Riset dan Advokasi Serikat Jesuit), Yayasan Hatta, dan Yayasan Bung Karno.

Forum Praksis tersebut dihadiri antara lain oleh Halida Hatta, putri kedua Bung Hatta, serta Levana Taufan Sukarno, istri almarhum Taufan Soekarnoputra.

Menurut Airlangga, Gen-Z belakangan tidak jarang dipandang dengan nada miring sebagai “generasi strawberry” yang apolitis dan rapuh sehingga dianggap masih membutuhkan bimbingan generasi tua. Persoalan yang dihadapi Gen-Z juga kerap dipandang sebagai persoalan karakter pribadi.

Padahal, menurut Airlangga, penyebab utama berbagai persoalan tersebut berkaitan dengan faktor yang lebih luas. Kondisi dan tantangan yang dihadapi Gen-Z merupakan implikasi dari sistem kapitalisme-neoliberal yang diwariskan generasi-generasi sebelumnya.

Jika tantangan yang dihadapi generasi Bung Karno adalah kolonialisme yang represif dan ekstraktif, Airlangga menilai kolonialisme pada masa sekarang hadir dalam bentuk yang berbeda.

“Sekarang ini kolonialisme mewujud dalam berbagai bentuk, termasuk eksploitasi oleh kapitalisme berbasis data dan platform atau platform capitalism,” kata Airlangga.

Karena itu, Airlangga menawarkan Marhaenisme sebagai pijakan bertindak bagi Gen-Z untuk membedah ketimpangan struktur politik tanpa terjebak dalam politik elektoral pragmatis. Marhaenisme juga dinilai dibutuhkan untuk menjaga kesadaran kritis dan akal sehat di tengah memburuknya kualitas demokrasi dan penggerusan supremasi sipil.

Dari Marhaenisme, menurut Airlangga, Gen-Z dapat belajar mengenai posisi rakyat ketika berhadapan dengan kekuasaan yang represif. “Marhaenisme membantu Gen-Z untuk meletakkan politik anti-kekerasan dan rasionalitas sebagai jalan menuju kedaulatan serta keadilan sosial,” ujarnya.

Airlangga mengatakan Marhaenisme bukan sekadar bahan nostalgia atau warisan sejarah yang indah. Marhaenisme merupakan jembatan dialektika untuk membongkar realitas struktural yang mengekang Gen-Z sekaligus memandu aksi sosial generasi muda.

“Kaum muda harus lebih aktif dalam memahami persoalan politik serta struktur sosial di era digital seperti sekarang ini,” kata Airlangga.

Dalam forum yang sama, pengurus Yayasan Bung Karno, Bambang Eryudhawan atau Yudha, menekankan pentingnya mempelajari kembali arsip tertulis maupun foto terkait peristiwa Proklamasi Kemerdekaan.

Menurut Yudha, arsip-arsip tersebut menunjukkan detail narasi yang berbeda mengenai momen Proklamasi. Narasi yang ditulis Sudiro, misalnya, berbeda dengan narasi SK Trimurti, Bung Karno, ataupun Bung Hatta. Namun, semuanya menyampaikan pesan yang sama bahwa pada 17 Agustus 1945, melalui Sukarno dan Hatta, bangsa Indonesia dengan gagah berani memproklamasikan kemerdekaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Ditempel Dewa United Banten...
Ekonomi
Di Tengah Tekanan Biaya, Ap...

James Gunn Bantah Rumor Milly Alcock Dipecat dari Peran Supergirl

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
James Gunn Bantah Rumor Mil...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.