Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SEAMEO RECFON Rilis Hasil Temuan Awal Studi Action Against Stunting Hub

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 19:37 WIB | Oleh:

Sementara dari komponen pendidikan, temuan awal dari studi AASH menunjukkan kualitas guru PAUD sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Guru yang memiliki latar belakang sarjana terutama lulusan PAUD akan menumbuhkan lingkungan pembelajaran yang sehat.

Studi itu juga tak hanya meneliti guru PAUD dibawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetapi juga dibawah Kementerian Agama (Kemenag). Dari temuan awal diketahui bahwa guru yang mengajar di Raudhatul Athfal (RA) masih kurang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan profesionalitasnya.

“Kami juga melakukan penelitian terkait shared value, ternyata memang didapatkan hasil dimana ketika guru sudah memperoleh pemahaman yang lebih baik atau memperoleh kesempatan untuk belajar lebih banyak, maka layanan yang diberikan bisa jauh lebih baik dari pada guru yang mungkin tamatan SMA dan hanya mengikuti kursus,” jelas Ketua Tim Peneliti Komponen Pendidikan, Dr. Rita Anggorowati MPd.

Rita menambahkan dari sisi lingkungan pembelajaran juga diketahui bahwa layanan sanitasi dan air bersih yang baik, turut memengaruhi perkembangan anak ke arah positif. Di sisi lain, pelibatan dan pemberdayaan orang tua melalui kegiatan, lokakarya pendidikan bagi masyarakat dan guru, serta pembaruan rutin mengenai kegiatan sekolah menjadi harapan masyarakat dalam meningkatkan tumbuh kembang dan kesiapan belajar anak. 

Komponen Fisik

Peneliti SEAMEO RECFON dan Ketua Tim Peneliti Komponen Fisik Dr. Min Kyaw Htet mengatakan selain studi kohort yang dilakukan di tiga negara (India, Indonesia, dan Senegal), di Indonesia kami memiliki studi kasus kontrol (The Early Year Study) yang membandingkan anak stunted dan anak yang tidak stunted, dan memberikan kesempatan kepada kami untuk mereplikasi temuan dalam studi kohort. Ini merupakan kekuatan dari desain studi AASH di Indonesia.

Studi juga menemukan bahwa selenium memiliki peran penting dalam pertumbuhan anak, tetapi seringkali tidak cukup diperhatikan dalam intervensi gizi. Inflamasi sistemik dan infeksi saluran cerna berdampak pada pertumbuhan anak dengan mengganggu hormon pertumbuhan. Sementara, epigenetik dapat memprediksi risiko stunting, terutama pada anak perempuan. Selanjutnya, kecepatan pertumbuhan tertinggi anak pada usia 3 bulan (saat ASI eksklusif) dan mulai melambat saat periode pemberian makanan pendamping ASI (ASI) dan mencapai kecepatan paling rendah pada usia14 bulan.

Komponen Pangan

Ketua Tim Peneliti Sistem Pangan Dr. Umi Fahmida mengatakan dari temuan awal lingkungan pangan diketahui responden mengalami kesulitan akut (>70%) dalam komponen informasi dan promosi untuk semua jenis makanan padat gizi yang diteliti (sayuran hijau daun, ayam, ikan).

Berdasarkan kandungan gizi, perlu keragaman sumber protein untuk pemenuhan gizi yang baik, khususnya pada zat gizi yang bermasalah, dan juga perlunya kombinasi protein hewani, contohnya makanan yang memadukan hati, telur dan tahu atau tempe untuk dapat memberikan asupan zat gizi yang lebih lengkap. 

“Namun aspek ‘desirability’ pangan padat gizi ini belum optimal dan memerlukan promosi. Promosi pangan sehat selama ini dilakukan tenaga kesehatan, namun dari analisa Agrifood kami menemukan ternyata pedagang sayur secara spontan mengatakan bisa dititipkan untuk promosi pangan sehat,” kata Umi. Pengolahan pangan padat gizi yang kaya dengan zat besi, kalsium, seng dan folat (disingkat: bekal solat) juga diperlukan, contohnya dibuat abon hati ayam, biskuit ikan teri dan lainnya,” jelas Umi lagi. Terkait keamanan pangan, kontaminasi mikroba pada rantai pangan ditemukan masih tinggi, khususnya pada pedagang eceran. 

Umi yang juga Country Lead AASH Indonesia menambahkan perlu adanya tindak lanjut dari temuan awal itu. Akan dilakukan analisa dampak paparan seperti gizi, mikrobioma, kesehatan usus, parasit, patogen, stres emosional, maupun lingkungan rumah dalam 1000 hari pertama kehidupan terhadap status epigenetik pada anak dan risiko stunting. 

Paket pembelajaran anak usia dini (early years practice toolkit) akan disusun berdasarkan komponen kognisi dan pendidikan. Integrasi lingkungan pangan, keamanan pangan dan Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) untuk meningkatkan akses terhadap pangan yang aman dan bergizi akan dianalisa lebih lanjut untuk penguatan system pangan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persiapan Asian Games, Voli...
Daerah
BPBD Menyebut Asap Karhutla...
Daerah
20.500 Narapidana di Jabar ...
Daerah
Program Zero Waste to Money...
Megapolitan
Bupati Banyumas Pastikan Bu...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.