Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KDM Usul Lokasi Longsor KBB Dijadikan Hutan dan Warganya Direlokasi

📅 Sabtu, 24 Jan 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
KDM Usul Lokasi Longsor KBB Dijadikan Hutan dan Warganya Direlokasi Doc: Antara

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi usulan agar lokasi longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dijadikan hutan dan masyarakat di sana, khususnya yang terdampak, direlokasi.

Saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM melihat kawasan itu dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor, sehingga sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.

"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," kata KDM. 

Untuk sementara, Dedi mengatakan meminta masyarakat yang selamat dari longsor untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.

Saat ini, lanjut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor.

Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disebabkan hujan deras pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar di Bandung, Sabtu, korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, delapan orang, sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang menimpa kawasan itu sekitar pukul 02.30 WIB itu menyebabkan 30 rumah terdampak dan satu rumah rusak berat. Selain itu, dilaporkan juga sekitar 400 warga harus dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.