Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

📅 Senin, 17 Agu 2026, 12:55 WIB | Oleh:
Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Sorong Septinus Lobat di Sorong, Senin (17/8).

SORONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya sedang menyusun konsep penerapan pembelajaran Bahasa Moi di sekolah sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat di Sorong, Senin (17/8), mengatakan rencana tersebut disiapkan agar generasi muda, khususnya anak-anak yang lahir dan tumbuh di perkotaan, tetap mengenal dan memahami bahasa daerah.

“Bahasa Moi ini kita belum menerapkan di sekolah-sekolah. Tapi kita sedang menyusun itu untuk bisa paling tidak ada sekolah-sekolah, dari SD saja atau SMP, ada sekolah-sekolah khusus yang memang diajarkan bahasa lokal kepada anak-anak kita,” kata Septinus usai merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Wali Kota Sorong.

Menurut dia, penerapan pembelajaran Bahasa Moi dapat dimulai pada sejumlah sekolah, baik tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Ia mengatakan pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, bersama masyarakat.

"Upaya tersebut penting agar budaya lokal tidak hilang akibat perkembangan zaman," ujarnya.

Ia menilai perkembangan era digital membuat sebagian generasi muda semakin jauh dari budaya dan bahasa daerah.

Oleh karena itu, kata dia, peran keluarga juga diperlukan dengan membiasakan anak-anak menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita sekarang belum banyak yang mengerti bahasa lokal karena mereka lahir di kota. Lahir langsung mereka berdiskusi ataupun berbahasa Indonesia,” ujarnya.

Selain penyusunan konsep pembelajaran Bahasa Moi, Septinus menyatakan Pemkot Sorong siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat apabila pembentukan Dinas Kebudayaan menjadi program prioritas.

“Kalau itu menjadi program prioritas pemerintah pusat, tentunya kita di daerah juga harus melaksanakan itu dan menjadi kewajiban bagi semua pemerintah di Indonesia,” katanya.

Ia berharap, penguatan sektor kebudayaan dapat terus dilakukan sehingga Bahasa Moi dan budaya lokal lainnya tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Deteksi Dini Aritmia Jadi F...
Megapolitan
Blok M Hub Ditata, Pramono ...

Hang Nadim Masih Berasap, Para Penumpang Diberi Masker

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hang Nadim Masih Berasap, P...
Megapolitan
Transfer ke Daerah Menjadi ...
Olahraga
Ada Harapan dari Sepak Takr...
Advertisement
Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.