Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Salurkan 52 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 25 Ton Tiba

📅 Senin, 17 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Salurkan 52 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 25 Ton Tiba Doc: Antara
Ket. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (tengah) di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8), mengecek paket bantuan untuk para pengungsi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan tambahan 25 ton bantuan pemerintah telah tiba di sejumlah daerah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kedua penanganan bencana, Minggu (16/8).

Dengan tambahan tersebut, total bantuan logistik yang telah disalurkan sejak hari pertama penanganan bencana mencapai 52 ton. Bantuan terdiri atas makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, alat kesehatan, tenda, air bersih, serta berbagai kebutuhan pengungsi lainnya.

"Di hari kedua, bantuan logistik terus didatangkan untuk saudara-saudara kita di NTT. Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi," kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Senin dini hari.

Teddy menjelaskan, tambahan 25 ton bantuan yang tiba di NTT pada Minggu langsung didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter.

Bantuan tersebut disalurkan ke Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Sebelumnya, bantuan diberangkatkan dari Jakarta pada Sabtu malam menggunakan dua pesawat Hercules C-130J TNI AU dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

Adapun tambahan 25 ton logistik pada hari kedua terdiri atas lima ton makanan siap saji, empat ton air minum, dan 16 ton sembako. Pemerintah juga mengerahkan tim relawan serta tenaga kesehatan yang membawa obat-obatan dan alat kesehatan, termasuk tenda, air bersih, dan kebutuhan pengungsi lainnya.

Sejumlah Menteri Turun

Teddy juga menyampaikan sejumlah pejabat negara, termasuk menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, telah mendatangi langsung sejumlah daerah terdampak sejak hari pertama untuk memimpin penanganan bencana.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berada di Kabupaten Manggarai Timur, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berada di Kabupaten Ende; Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Maumere, Kabupaten Sikka; dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii berada di Kabupaten Manggarai.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga berada di Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendukung penanganan bencana.

Dalam kesempatan terpisah, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa para menteri dan wakil menteri yang berada di daerah terdampak akan mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para pengungsi di NTT.

Upacara peringatan HUT RI tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.