Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Orang Tua Anak Autis Masih 'Denial'

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 17:07 WIB | Oleh:
Banyak Orang Tua Anak Autis Masih 'Denial' Doc: Muhamad Marup
Ket. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan (kedua kanan) dalam acara Media Talkshow bertema "Autisme Bukan Hambatan: Dukungan dan Inovasi dalam Menciptakan Peluang Kerja" yang digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kami

JAKARTA - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menyoroti penyangkalan atau denial orang tua terhadap kondisi anaknya yang mengalami autisme. Menurutnya banyak anak autis disekolahkan di sekolah biasa, akibat penyangkalan orang tua. 

"Istilahnya tidak perlu menutup-nutupi tentang anak seperti itu dan rata-rata menyekolahkan mereka ke sekolah biasa. Karena denial itu, sehingga kasihan anaknya ada di situ," ujar Vero dalam acara Media Talkshow bertema "Autisme Bukan Hambatan: Dukungan dan Inovasi dalam Menciptakan Peluang Kerja" yang digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (22/5).

Dia memerangkan, sikap penolakan ini tidak hanya datang dari orang tua yang kurang mampu atau kurang informasi. Masyarakt dari kalangan menengah ke atas juga melakukan penyangkalan. 

"Banyak orang tua di kita ini masih denial. Bukan hanya yang unprivileged, tapi even yang medium, yang sudah teredukasi pun, kadang mereka menutup diri untuk menerima bahwa anak mereka itu adalah anak yang sama dengan yang lain dan harus dihargai," jelasnya.

Selain itu, Veronica mengungkapkan ada orang tua yang membiarkan anaknya beraktivitas di luar rumah karena khawatir dengan stigma masyarakat. Menututnya, kunci utama adalah membangun kepercayaan diri orang tua untuk menerima kondisi anak.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya deteksi dini sebagai bagian dari roadmap pengasuhan anak dengan kebutuhan khusus. Menurutnya, selama orang tua masih menutup diri, maka deteksi dini pun tidak akan berjalan maksimal.

"Planning untuk deteksi awal dan mengedukasi orang tua-orang tua yang mungkin tertutup dengan kondisi anak mereka itu penting banget. Biasanya mereka denial, merasa malu, dan akhirnya menutup-nutupi," katanya.

Veronica menyampaikan bahwa setiap anak, termasuk anak dengan autisme, adalah sosok yang layak dicintai dan dihargai. Menurutnya, masyarakat perlu mulai mengubah cara pandang bahwa anak autis bukanlah beban, melainkan bagian dari keberagaman yang harus dipahami.

"Bahwa mereka itu worth to be loved juga gitu loh, dan tidak bisa dibedakan. Menerima anak sebagai autism itu adalah lumrah. Gak perlu ditutup-tutupi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Cegah Kepanikan Saat Bencan...
Olahraga
Hasil Liga Champions: Como ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.