Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI
📅 Senin, 17 Agu 2026, 13:05 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Pengamat mode Lisa Fitria menilai Presiden Prabowo Subianto telah membawa identitas dan nilai budaya Indonesia melalui pemakaian kain songket serta ronce atau kalung bunga melati putih dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Penggunaan songket pada busana Presiden menurut saya menjadi elemen penting yang memperkuat identitas Nusantara dalam penampilan kenegaraan," kata Lisa di Jakarta, Senin (17/8).
Lisa yang merupakan salah satu pendiri Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu menyampaikan kain songket itu dipadukan dengan busana Melayu bernuansa biru tua, dengan atasan berkerah tegak, celana senada, peci hitam, serta kain sampin atau songket bernuansa marun kecokelatan dengan aksen keemasan.
Menurut Lisa, kain sampin songket menjadi elemen yang kemudian memperkuat identitas tradisional dalam penampilan Presiden. Songket dengan benang emas atau tembaga secara visual memberikan kesan kemuliaan, kehormatan, dan kemakmuran. Sementara susunan motif yang repetitif dan teratur merepresentasikan keteraturan, keseimbangan, tata krama, serta keterikatan pada nilai adat.
"Dari karakter ragam hiasnya, kain tersebut sangat dekat dengan tradisi songket Melayu-Sumatra, khususnya karakter visual songket Palembang, dengan susunan motif geometris, ornamen flora, dan pola menyerupai pucuk pada bagian tepi," ujar Lisa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara filosofis, Lisa menjelaskan, ragam geometris memberikan kesan keteraturan dan keseimbangan. Sementara unsur flora merepresentasikan kehidupan, keindahan, dan kemakmuran. Jika terdapat unsur pucuk rebung, motif tersebut secara umum dapat dimaknai sebagai pertumbuhan, harapan, dan kemajuan.
Penggunaan songket tersebut juga dipadukan dengan atasan berkerah tegak atau baju koko serta peci. Menurut Lisa, perpaduan ini menunjukkan pendekatan modern gaya negarawan khas Indonesia, yakni tidak menggunakan pakaian adat secara utuh, tetapi mengambil elemen wastra Nusantara dan menerjemahkannya dalam busana kenegaraan yang modern.
Dengan begitu, songket tidak hanya berfungsi sebagai ornamen pada busana Presiden. Kain tersebut membawa narasi tentang kemahiran kriya dan identitas budaya Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa warisan tekstil Nusantara tetap relevan dalam konteks kepemimpinan Indonesia masa kini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian karakter busana Melayu yang dikenakan sederhana, longgar, tertutup, dan rapi merepresentasikan nilai kesopanan, kerendahan hati, religiusitas, serta penghormatan terhadap orang lain.
Selain songket, elemen lain yang turut menarik perhatian adalah ronce atau kalung bunga melati putih yang dikenakan Presiden. Lisa menyebut melati sebagai Puspa Bangsa sehingga memiliki kedudukan simbolis yang kuat dalam kebudayaan Indonesia.
"Warna putih melambangkan kesucian dan kemurnian, sementara karakter bunga melati yang sederhana tetapi harum sering dimaknai sebagai ketulusan, kehormatan, dan keikhlasan," kata Lisa.
Dalam konteks seorang kepala negara, Lisa melihat ronce melati sebagai simbol yang kuat. Melati dapat merepresentasikan kesucian niat, ketulusan dalam mengemban amanah, kehormatan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Ronce melati yang dikenakan Presiden bukan sekadar aksesori. Melati membawa simbol kesucian, ketulusan, kehormatan dan kemurnian niat. Dalam konteks kepemimpinan, ia menjadi simbol pengabdian dan ketulusan dalam mengemban amanah kepada bangsa dan negara," ujar Lisa.
Lisa pun menilai busana kenegaraan tersebut menunjukkan bahwa fashion bukan sekadar persoalan estetika. Ketika wastra dan busana adat hadir di panggung kenegaraan, elemen tersebut turut membawa identitas, filosofi, sejarah, kemahiran kriya, dan nilai-nilai bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!