Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menilai aturan yang dikeluarkan pemerintah mengenai pembagian hasil antara pengemudi ojek online(ojol) dengan perusahaan aplikator menjadi sinyal bahwa kebijakan negara mulai berdampak nyata terhadap perekonomian pengemudi.
Sebelumnya, pengemudi menerima 80 persen dari pendapatan perjalanan sedangkan 20 persen menjadi bagian aplikator. Melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, porsi pendapatan pengemudi naik menjadi 92 persen dan aplikator mendapat bagian maksimal 8 persen.
"Ini merupakan sinyal penting bahwa kebijakan negara mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan ekonomi pengemudi transportasi online," kata Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurutnya, perubahan dari skema pembagian hasil pendapatan 80:20 menjadi 92:8 menjadi perubahan paradigma dalam tata kelola ekonomi transportasi berbasis aplikasi.
Igun menjelaskan, sebelumnya posisi pengemudi dalam ekosistem transportasi online bergantung pada kebijakan perusahaan aplikator, termasuk mengenai skema komisi, tarif, insentif, program promosi, algoritma, serta mekanisme pembagian pendapatan.
Dengan hadirnya Perpres 27/2026, Igun menilai negara mulai memberikan kepastian hukum dan kerangka hukum yang lebih tegas terhadap perlindungan kepentingan ekonomi pengemudi.
"Kami melihat Presiden Prabowo telah mengambil langkah yang sangat strategis. Negara tidak lagi hanya menjadi regulator yang melihat dari jauh, tetapi mulai hadir memastikan adanya keseimbangan dalam ekosistem transportasi online," ujar dia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah membuat aturan untuk menciptakan pembagian hasil yang lebih adil antara pengemudi ojek online(ojol) dan perusahaan aplikator.
Prabowo mengatakan melalui kebijakan tersebut, porsi pendapatan yang diterima pengemudi meningkat dari sebelumnya 80 persen menjadi 92 persen.
"Kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator," kata Presiden Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI.
Presiden Prabowo mengatakan kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah memastikan pengemudi ojol mendapatkan bagian yang lebih layak dari hasil kerja mereka.
Menurut Presiden, perubahan pembagian hasil itu juga telah berdampak terhadap peningkatan penghasilan sejumlah pengemudi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (19)
15 Aug 2026, 14:13 WIB.
semuanya TDK ada otak, bahasa 92 % berbulan bulan,bacot .buang APK grab dari Indonesia
Balas15 Aug 2026, 18:17 WIB.
Bermula dari apk ijo asing yang masuk jadi argo ancur mereka yang acak acak argo awal awal gojek ada bener memberikan pehasilan nyata namun setelah apk ijo asing masuk acak acak argo jadi gojek mau ga mau ngikutin
Balas17 Aug 2026, 20:39 WIB.
Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil nya tetap sama yg diterima DRIVER hanya diputer2 aja sama aplikator nya
Balas15 Aug 2026, 14:54 WIB.
Omon2 doang ojol mkn terpuruk dgn pemotongan ? oleh aplikator.
Balas17 Aug 2026, 20:45 WIB.
Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon aja,,,hasil yang didapat driver masih tetap sama seperti potongan 20%,,ditambah titik jemput nya ngaco sampa 5,6 KM,,mana komunitas ojol Indonesia cek aplikasi nya biar tau
Balas15 Aug 2026, 15:52 WIB.
Gojek bohong sekarang ongkos makin parah aja aplikor gojek semua bangsattt..bukti di lapang makin parah..saya gojek bandung sangat kecewa sama aplikator ...bandung sllu diam tapi sekali gerak semua bisa tau kannnn..
Balas15 Aug 2026, 16:15 WIB.
Bagi hasil 92:8,tapi dilapangan jemput antar jauh,habis lebih banyak minyak, dapat double order ongkir murah
Balas15 Aug 2026, 18:04 WIB.
Bohong semua tuh 8% tai palat betul yg di sampaikan oleh sodara ku....skg malah makin parah potongan saldo nya...ada PPN lagi skg...
Balas15 Aug 2026, 18:06 WIB.
Skg seolah makin di cekik nya para ojol bukti nya Maxim skg makin byk potongan di tambah dg penambahan driver yg setiap hari trus di buka pendaftaran jd driver...makin susah Maxim skg
Balas15 Aug 2026, 18:07 WIB.
Tolong pak presiden jgn cuma bacot MBG truss liat di lapangan para ojol gimna pemotongan pendapatan oleh aplikator....
Balas15 Aug 2026, 20:58 WIB.
92:8 hanya berlaku ntk Bike Hemat saja, untuk layanan yg lain tidak, sama.saja omon2?
Balas15 Aug 2026, 20:59 WIB.
Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil potongan diojek online dan hasil yg diterima driver ,sesuai belum laporan meningkat ,yg ada mangking...parah pak Wowo...
Balas15 Aug 2026, 23:22 WIB.
Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah pembagian orderannya ke driver.
BalasSebelum potongan 8% tarif bawah bike 8rb
Setelah potongan 8% tarif bawah bike 8rb+4perak
4 perak beli permen di warung aja kaga bisa
Dampak nyata, makin parah.
Bangkrut indonesiaku ?
16 Aug 2026, 07:01 WIB.
Goblok. Orderan saja ga pernah dikasih jika ga menggunakan slot kontol dari grab, pake slot pun orderan dibatasi dan ongkir dipotong lagi dari ongkir standart. Jadi tulisan tulisan diatas adalah bohong besar cok Dancok.
BalasWoy presiden ga ada otak, suruh itu aplikasi idiot baik grab, Maxim aplikator maling saldo, aplikator Maxim melarat, suruh mereka bagi rata orderan, hapus slot slot dancok dari grab.
16 Aug 2026, 08:00 WIB.
Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ribu, tarif 10 -15 ribu hanya untuk opang yang tidak usah pakai jemput customer, biar semua bisa mendapatkan rezeki, driver aplikasi dapat rezeki driver tanpa aplikasipun bisa dapat rezeki dengan cara mendatangi pangkalan ojek
Balas16 Aug 2026, 10:08 WIB.
Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol semakin sengsara ongkir bukanya naik malah turun terus aplikator bikin layanan serba gojeng mau sejahtera darimana mohon pak presiden aplikator di evaluasi kembali.
Balas16 Aug 2026, 17:06 WIB.
Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu kan swasta murni, kok pada nyalahin presiden yah, Udah bagus di buatin Aturannya... Coba kalau di gunakan aturan umum perusahaan.. driver hanya masuk kelas Harian lepas tanpa perlindungan hukum apapun.. pada ribut aplikator itu kan ranah internal perusahaan , bahkan jika perusahaan ojol tersebut buat aturan 85% keuntungan perusahaan 15% buat driver, sebenarnya gak salah di mata aturan perusahaan umum karena status driver ojol itu harian lepas,
Balas17 Aug 2026, 18:51 WIB.
ARTIKEL SESAT INI
Balas92: 8? TAIII
yg ada pot masih 20 - 30%,bahkan >30%
Malu gua sbg rakyat.. pemerintah di obok² oleh aplikator dgn cara mereka tdk menuruti pemerintah untuk menurunkan pot hingga 8%
17 Aug 2026, 20:35 WIB.
Dari mana segi apa nya berdampak nyata pada DRIVER bung,,Cuba anda teliti ulang,, sebelum pemotongan 8 persen biaya jasa aplikasi lebih kecil dari biaya pemotongan 20 persen,, setelah pemotongan 8 persen biaya jasa aplikasi lebih besar dari pemotongan,,,,,jadi gak ada berdampak nyata pada driver klau anda tidak percaya silah kan cek aplikasi,, potong 20 persen dan potongan 8 persen disitu bisa anda liat,,kita ini masih dibodohin sama aplikator,,cek dan cek dulu perbandingan sebelum 8 persen,,
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!