Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 11:08 WIB | Oleh:
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi: Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi sementara ini ada 9.290 warga bertahan di titik-titik pengungsian pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data pukul 00.00 WIB tadi malam konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa

Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi.

Sementara itu ratusan warga terdampak lainnya juga dilaporkan mengungsi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan). Jadi secara keseluruhan ada 9.290 pengungsi.

Berton memastikan pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat.

Para penyintas bencana, khususnya di kawasan Kabupaten Manggarai, kata dia, membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih beserta tandon, hingga genset untuk penerangan.

Adapun terkait dengan dampak korban jiwa, BNPB mencatat sementara ini masih ada sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 101 warga luka-luka dalam perawatan medis.

Sebaran korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa. Adapun korban jiwa lainnya tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak empat jiwa, Manggarai Barat satu jiwa, Ende satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa.

Guncangan gempa yang berpusat di laut tersebut juga merusak sektor pemukiman warga dengan rincian 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan parah turut menimpa puluhan fasilitas publik mencakup 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan di wilayah NTT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.