Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masalah Ganti Rugi Berbuntut Panjang, Pintu Gerbang RSUD Haulussy Ambon Digembok Pemilik Lahan

📅 Jumat, 29 Des 2023, 05:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masalah Ganti Rugi Berbuntut Panjang, Pintu Gerbang RSUD Haulussy Ambon Digembok Pemilik Lahan Doc: ANTARA/Daniel
Ket. Seorang warga sementara berjalan menuju pintu gerbang RSUD Haulussy Ambon untuk membuka gembok dan memberikan jalan bagi seorang tenaga medis yang hendak pulang. (28/12).

Ambon - Pintu gerbang masuk RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Maluku, digembok oleh pihak Yohanes Tisera alias Buke selaku pemilik lahan akibat tuntutan pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp42 miliar lebih tidak dipenuhi Pemerintah Provinsi Maluku.

"Hari ini ada aksi penyegelan pintu gerbang RSUD Haulussy dan kehadiran kami untuk memberikan imbauan kamtibmas," kata Kapolsek Nusaniwe Iptu Johan Anakotta di Ambon, Kamis.

Kapolsek bersama sejumlah personel menemui pemilik lahan yang diwakili penasihat hukumnya Adolf H serta Raja (Kades) Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon) Yohanes Tisera saat dilakukan aksi penyegelan.

Penyegelan dilakukan pada dua gerbang utama depan rumah sakit, sebuah pintu menuju apotek, dan pintu gebang bagian belakang rumah sakit yang merupakan jalan masuk menuju kamar jenazah RSUD.

Menurut dia, aksi penyegelan berlangsung aman dan tidak ada protes sehingga polisi meninggalkan lokasi RSUD dan tinggal penasihat hukum berserta sejumlah orang yang melakukan penjagaan gerbang RSUD yang sudah disegel.

Disegelnya semua pintu masuk RSUD Haulussy karena sejak pekan lalu telah dilakukan pemasangan spanduk penyegelan oleh pemilik lahan akibat tiga tahun memperjuangkan pembayaran ganti rugi lahan namun tidak ada realisasi dari Pemprov setempat.

Pantauan di RSUD tersebut, tersisa dua pasien gagal ginjal yang sementara menjalani perawatan cuci darah ditambah 26 pasien rawat jalan.

Sementara sejumlah tenaga medis yang sementara bertugas hendak pulang harus meminta warga yang memegang kunci gembok untuk membuka pintu gerbang agar mereka bisa pulang.

Dampak dari aksi mogok para dokter dan tenaga perawat hingga pegawai honor daerah di RSUD Haulussy sejak Senin, (18/12) hingga aksi penyegelan rumah sakit juga turut dirasakan para warga yang berjualan di depan RSUD, tukang ojek, maupun supir angkot.

"Biasanya kios kami yang menjual makanan, minuman, atau rokok cukup laris di malam hingga pagi hari, tetapi sekarang sangat sepi dan ada beberapa kios yang terpaksa tutup," ujar Marice, salah satu penjaga kios.

Salah satu pengemudi angkot jurusan Terminal Mardika-Kudamati juga mengakui penumpang sangat sepi karena aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Haulussy mandek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...

Pemerintah Perlu Pacu Industri Halal RI

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Pemerintah Perlu Pacu Indus...
Luar Negeri
Trump Perketat Imigrasi, 20...
Luar Negeri
Kolombia Tegaskan Tidak Ada...
Megapolitan
Ruang Multifungsi Bawah HI ...

Sejak Lama Jakbar Jadi Gotham City

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Sejak Lama Jakbar Jadi Goth...
Luar Negeri
Singapura Mulai Pasang Stat...
Luar Negeri
Kanada Lancarkan Tarif Bala...
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.