Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balai TN Bunaken Tangani Penemuan Ikan Purba Coelacanth di Pulau Siladen

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Balai TN Bunaken Tangani Penemuan Ikan Purba Coelacanth di Pulau Siladen Doc: Dok Facebook Steff Woltol

MANADO – Balai Taman Nasional (TN) Bunaken melakukan penanganan cepat dan terpadu terhadap penemuan spesimen ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) yang ditemukan di perairan Pulau Siladen, kawasan Taman Nasional Bunaken, pada Jumat (26/6). Penanganan dilakukan untuk memastikan spesimen dapat dimanfaatkan bagi kepentingan konservasi, penelitian, dan pendidikan.

Spesimen tersebut ditemukan oleh seorang nelayan Pulau Siladen, Soni Pontoh, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat melintas di perairan sekitar 100 meter dari tubir terumbu karang, ia melihat seekor ikan mengapung di permukaan dalam kondisi telah mati. Ikan kemudian dibawa ke darat sebelum informasi penemuan disampaikan kepada pihak Universitas Sam Ratulangi dan diteruskan kepada Balai TN Bunaken.

Petugas Balai TN Bunaken yang tiba di lokasi segera melakukan identifikasi awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan spesimen merupakan Coelacanth (Latimeria menadoensis) dengan panjang sekitar 105 sentimeter, lebar 30 sentimeter, dan berat sekitar 30 kilogram.

Setelah proses identifikasi dan pendokumentasian, Balai TN Bunaken melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Spesimen kemudian dibawa ke Kantor Balai TN Bunaken sebelum diserahkan kepada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi untuk diawetkan sebagai bahan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Kepala Balai TN Bunaken, I Ketut Catur Marbawa, mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari pengamanan di lapangan, pendokumentasian, penyusunan berita acara penemuan, verifikasi status perlindungan spesies, hingga koordinasi dengan instansi terkait apabila diperlukan penerbitan dokumen angkut satwa.

"Penanganan spesimen ini merupakan bentuk komitmen Balai Taman Nasional Bunaken dalam memastikan setiap penemuan spesies bernilai konservasi tinggi dikelola secara akuntabel, transparan, dan sesuai ketentuan. Kerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi dilakukan agar spesimen dapat dimanfaatkan untuk pengawetan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan," ujar dia.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, FPIK Universitas Sam Ratulangi akan melakukan pengawetan spesimen serta menyampaikan laporan berkala kepada Balai TN Bunaken mengenai perkembangan proses pengawetan, hasil identifikasi, penelitian, hingga publikasi ilmiah yang dihasilkan.

Coelacanth merupakan salah satu ikan purba paling langka di dunia dan hanya memiliki dua spesies yang masih bertahan hidup, salah satunya adalah Latimeria menadoensis yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara. Spesies ini berstatus Vulnerable (Rentan) dalam Daftar Merah IUCN dan tercantum dalam Appendix I CITES, sehingga perdagangan internasional untuk tujuan komersial dilarang.

Balai TN Bunaken menilai penemuan ini memiliki arti penting bagi konservasi karena dapat memperkaya data ilmiah mengenai biologi, morfologi, genetika, dan distribusi Coelacanth. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan konservasi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat pengelolaan kawasan Taman Nasional Bunaken.

Balai TN Bunaken juga menyampaikan apresiasi kepada nelayan yang telah melaporkan penemuan tersebut. Kepedulian masyarakat dinilai menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati laut Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
  • Percepatan Elektrifikasi, Presiden Umumkan Insentif Produksi 1 Juta Motor Listrik Dalam Negeri
    Preview komentar:
    Melihat keberanian pelaku usaha swasta seperti ALVA yang ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.