Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Qatar Risaukan Konflik di Selat Bab al-Mandab

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Qatar Risaukan Konflik di Selat Bab al-Mandab Doc: AFP

DOHA - Qatar memperingatkan terjadi dampak gangguan pelayaran di Bab al-Mandab di tengah penutupan Selat Hormuz.

"Pemblokiran jalur perairan dan koridor perairan internasional tidak dapat dijadikan keadaan normal baru. Dan pemblokiran tersebut juga tidak dapat diterima oleh Qatar maupun komunitas internasional," kata Direktur Departemen Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar Ibrahim bin Sultan Al-Hashmi dalam taklimat mingguan kementerian tersebut.

Dunia sudah cukup menderita akibat penutupan Selat Hormuz, sehingga kita juga tidak dapat membiarkan pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab turut terganggu, ujar Al-Hashmi.

Dia mengatakan Qatar terus mendorong diplomasi, dialog, dan solusi damai untuk konflik-konflik regional, seraya menekankan bahwa perundingan tetap menjadi satu-satunya jalan keluar yang dapat ditempuh.

Ketika ditanya mengenai upaya untuk mempertemukan negara-negara Teluk dan Iran setelah tertundanya rencana pertemuan regional mengenai Selat Hormuz di Oman, Al-Hashmi menekankan pentingnya kebebasan pelayaran dan perdagangan bagi Qatar dan seluruh dunia.

"Berbagai upaya sedang dilakukan. Upaya-upaya tersebut tidak berhenti dan tidak akan berhenti," imbuh Al-Hashmi, seraya menyampaikan bahwa krisis regional akan menjadi agenda utama delegasi Qatar dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendatang.

Kelompok Houthi Yaman merebut kota pelabuhan strategis Mocha pada 10 September sebelum bergerak ke selatan pada hari berikutnya menuju wilayah Bab al-Mandab dan menguasai Pulau Mayun yang berada di jantung selat tersebut, memperkuat kendali Houthi atas titik sempit strategis di jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Setelah perkembangan itu, kelompok Houthi mengatakan bahwa pelayaran internasional melalui selat tersebut tetap bebas, aman, dan lancar, sementara pelayaran kapal-kapal Arab Saudi tetap tunduk pada larangan maritim yang diberlakukan kelompok tersebut pada 20 Juli. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Nasional
Badan Informasi Geospasial ...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.