Energi Terbarukan Tidak Hanya Bergantung Pada Manusia Tapi Lebih dari Itu
📅 Sabtu, 30 Okt 2021, 08:00 WIB | Oleh: Zulfikar Ali Husen
Doc: istimewa
Aman untuk mengatakan bahwa masyarakat modern bergantung dan berjalan pada kemampuan untuk memanfaatkan pasokan energi. Namun, Bumi hanya menawarkan bahan bakar fosil dan sumber energi tak terbarukan dalam jumlah terbatas. Akibatnya, yang kita butuhkan adalah masuknya solusi yang lebih bersih dan tak terbatas.
Yang pasti, kami sudah memanfaatkan tenaga angin, air, dan matahari. Namun, jawaban ini bukan tanpa masalah mereka. Misalnya, tenaga angin dan matahari bisa sangat tidak konsisten. Benar, jaringan pintar membantu. Faktanya, Forum Ekonomi Dunia mencatat bahwa jaringan pintar menyelamatkan satu komunitas California lebih dari 200.000 dollar AS per tahun. Jaringan pintar membantu menghemat penggunaan energi yang ada dan meningkatkan atau mencegah pemadaman bergilir yang meluas. Mereka sangat penting untuk menjaga integritas bentuk gelombang.
Namun, jaringan pintar saja tidak dapat membawa kita ke netralitas karbon. Di situlah penangkapan energi gelombang dan fusi nuklir muncul.
'Gelombang' Masa Depan Energi Terbarukan
Energi gelombang baru-baru ini mendapatkan daya tarik dan minat, karena gelombang cenderung lebih produktif daripada angin. Ditambah lagi, sebagian besar permukaan bumi tertutup air, sehingga air mudah ditemukan. Juga, ketergantungan pada energi gelombang melibatkan dampak lingkungan yang minimal dibandingkan dengan jenis peralatan energi alam lainnya seperti turbin atau panel surya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada aspek lain yang menarik dari energi gelombang: Perangkat yang digunakan untuk mentransfer energi gelombang juga dapat memberi daya dan memompa tanaman mikro desalinasi. Ini berarti air bersih dapat dikirim dari laut ke darat untuk berbagai tujuan. Selama ada perlindungan yang tepat untuk mencegah kerusakan ekosistem perairan, energi gelombang mungkin menjadi salah satu keuntungan terbesar untuk membantu menyelamatkan planet ini.
Opsi Nuklir Untuk Energi Bersih
Meskipun banyak orang merasa tidak nyaman mendengar tentang energi nuklir, reaktor fusi nuklir terbukti menjadi solusi jangka panjang yang aman untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa batas. Penting untuk dipahami bahwa reaksi fusi berbeda dari reaksi fisi. Fusi nuklir tidak menghasilkan limbah, yang berarti tidak ada risiko kejadian seperti Fukushima.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tentu saja, fusi nuklir masih dalam masa pertumbuhan. Namun demikian, ini harus menjadi pilihan yang layak untuk energi terbarukan dalam dua dekade mendatang. Selain energi yang dibutuhkan untuk membangun dan memproduksi pembangkit, dampak lingkungannya akan sangat terbatas.
Menjadi 'Lebih Cerdas' Tentang Keberlanjutan
Apa yang perlu dilakukan untuk energi terbarukan yang sedang naik daun ini untuk mencapai momentum besar dan dukungan luas, belum lagi bekerja sesuai rencana? Jawabannya terletak pada teknologi pintar.
Teknologi pintar berjalan seiring dengan keberlanjutan dan sumber energi baru yang bersih. Mereka harus ditangani secara keseluruhan. Saat ini, kita menyia-nyiakan sekitar dua pertiga dari energi yang dihasilkan setiap tahun di Amerika Serikat. Sampai kita menutup kebocoran di jaringan energi kita, kita tidak bisa mempraktikkan konservasi yang sehat. Dengan teknologi pintar, kita dapat secara dramatis mengurangi pemborosan energi.
Penelitian oleh Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan bahwa dalam 30 tahun, kebutuhan energi global kita akan meningkat 50%. Jika sistem pintar dapat mengurangi pemborosan energi hingga 10%, dunia akan memiliki cukup energi tanpa menghasilkan lebih banyak.
Eksplorasi Teknologi Cerdas Dalam Energi Hijau
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!