Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Masukkan 20 Perusahaan Jepang ke Daftar Hitam Ekspor

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tiongkok Masukkan 20 Perusahaan Jepang ke Daftar Hitam Ekspor Doc: AFP/China OUT/ CN-STR
Ket. Kapal kontainer terlihat di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, pekan lalu.

BEIJING – Tiongkok menambahkan 20 entitas asal Jepang, termasuk sejumlah perusahaan besar, ke dalam daftar hitam kontrol ekspor pada Senin (29/6). Langkah tersebut bertujuan memblokir ekspor barang-barang dwiguna (dual-use goods) dan semakin memperuncing ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Beijing dan Tokyo.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan keputusan itu diambil demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta memenuhi kewajiban internasional terkait non-proliferasi.

"Untuk tujuan menjaga keamanan dan kepentingan nasional serta memenuhi kewajiban internasional, termasuk non-proliferasi, telah diputuskan untuk memasukkan 20 entitas Jepang yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan militer Jepang ke dalam daftar kontrol ekspor," demikian pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Hubungan kedua negara memburuk sejak November tahun lalu setelah Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, mengisyaratkan bahwa Tokyo dapat memberikan respons militer apabila Taiwan diserang. Taiwan merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri, namun diklaim Beijing sebagai bagian dari Tiongkok dan berulang kali ditegaskan akan direbut kembali, termasuk dengan penggunaan kekuatan jika dianggap perlu.

Pada Februari lalu, pemerintah Tiongkok juga memperketat tekanan terhadap Jepang dengan memberlakukan pembatasan ekspor kepada puluhan perusahaan yang dinilai terlibat dalam pengembangan kemampuan militer Tokyo.

Sebanyak 20 entitas yang masuk dalam daftar hitam terbaru mencakup sejumlah perusahaan teknologi dan anak usaha yang memasok komponen maupun dukungan teknis bagi industri pertahanan Jepang.

Di antara entitas tersebut terdapat Institut Nasional untuk Studi Pertahanan Jepang serta perusahaan teknologi pertahanan dan antariksa Mitsubishi Electric, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan resmi pemerintah Tiongkok.

Militerisme Baru

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menuduh Jepang terus meningkatkan kemampuan militernya.

"Jepang semakin menyimpang ke jalan yang salah dengan mengintensifkan dorongannya menuju 'militerisme baru'," kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah yang sah dan sesuai dengan kepentingan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.