Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Duterte Janji Berantas Pandemi

📅 Rabu, 28 Jul 2021, 05:24 WIB | Oleh:
Duterte Janji Berantas Pandemi Doc: AFP/LISA MARIE DAVID
Ket. Pidato Kenegaraan I Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (tengah), melambaikan tangan usai membacakan pidato kenegaraan di gedung DPR di Filipina pada Senin (26/7) malam. Pidato kenegaraan ini merupakan yang terakhir dibacakan Presiden Duterte karena pada Juni 2022, ia akan mengakhiri masa jabatannya.

MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat membacakan pidato kenegaraan pada Senin (26/7) malam berjanji untuk membawa Filipina keluar dari pandemi Covid-19 hingga masa jabatan terakhirnya. Dalam pidato itu, Duterte juga menguraikan rencana untuk membawa Filipina keluar dari resesi ekonomi yang disebabkan oleh terjadinya pandemi ini.

"Dulu ketika saya memutuskan untuk mencalonkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi, saya tidak pernah membayangkan bahwa kepresidenan saya tidak hanya akan dinilai dari bagaimana saya memenuhi janji saya untuk memerangi narkoba, kriminalitas dan korupsi, tetapi seberapa baik saya memimpin bangsa selama terjadinya pandemi global ini," kata Duterte dalam pidato kenegaraan keenam dan terakhirnya.

Presiden Filipina itu juga mengatakan bahwa pandemi telah merusak perbaikan ekonomi yang diperjuangkannya dalam tiga tahun pertama masa jabatannya.

"Tadinya Filipina memiliki rasio utang terhadap pertumbuhan terendah sejak 1986 dan meraup pendapatan tertinggi sejak 1997. Filipina juga sempat menorehkan peringkat kredit tertinggi dalam sejarah. Tingkat kemiskinan dan pengangguran berada pada titik terendah," papar dia seraya menerangkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya telah menanggung dampak dari peristiwa pandemi saat ini yang sama sekali tidak terduga.

Dalam pidato kenegaraannya, Duterte membela tanggapan pemerintahannnya terhadap pandemi dan bersikeras pemerintahnya amat memprioritaskan keselamatan nyawa penduduknya.

Saat ini di Filipina terdapat hampir 1,6 juta kasus Covid-19 dan pandemi ini telah merenggut nyawa lebih dari 27 ribu jiwa. Untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah Filipina pimpinan Presiden Duterte telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang amat tegas seperti penerapan penguncian (lockdown), pembatasan sosial, karantina, serta kampanye vaksinasi.

Namun munculnya Covid-19 varian Delta saat ini telah memperburuk krisis kesehatan di Filipina dan mau tak mau Presiden Duterte kemungkinan akan kembali menerapkan lockdown di negaranya walau hal itu akan semakin membuat perekonomian negaranya kian terpuruk.

"Namun varian Delta ini telah mengarah ke gelombang mematikan dan melumpuhkan. Kita harus kembali ke penguncian," tegas dia.

Akui Kegagalan

Dalam pidato kenegaraannya itu, Duterte juga menyatakan bahwa masa jabatannya selama lima tahun benar-benar menantang dan merendahkan. Dia mengakui bahwa dia gagal memenuhi janjinya untuk membersihkan Filipina dari ancaman narkoba dan untuk mengakhiri korupsi.

"Ketika saya menjadi presiden lima tahun lalu, yang dominan dalam pikiran saya adalah meraih mimpi dan visi kehidupan yang lebih baik bagi semua warga Filipina," ucap Presiden Filipina itu.

Duterte juga menyinggung soal keberhasilannya dalam melawan kelompok pemberontak dan militan, pembangunan infrastruktur transportasi serta menggolkan UU pendidikan dan perawatan kesehatan untuk semua warga Filipina.

Duterte juga bangga dengan kebijakan luar negerinya terutama dalam hal menghindari provokasi untuk perang dengan Tiongkok dalam sengketa teritorial.

Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa negaranya memang menang menghadapi Tiongkok di Mahkamah Internasional yang membatalkan klaim Beijing atas hampir semua Laut Tiongkok Selatan, namun putusan mahkamah itu hanyalah sebuah dokumen belaka karena Tiongkok tak pernah mau jadi bagian dari arbitrase. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Barantin: Ekspor Florikultu...
Luar Negeri
WHO Ajukan Pendanaan Tambah...

Banjir Bandang Menerjang 22 Desa Aceh

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Banjir Bandang Menerjang 22...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.