Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mempersiapkan Masa Depan Galuga Tanpa Gunungan Sampah

3 Kamis, 17 Sep 2026, 22:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mempersiapkan Masa Depan Galuga Tanpa Gunungan Sampah Mempersiapkan Masa Depan Galuga Tanpa Gunungan Sampah Doc: Antara
Ket. Tumpukan sampah di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan masa depan kawasan Galuga tanpa gunungan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan fasilitas pirolisis untuk menangani timbunan sampah lama.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Kabupaten Bogor, Kamis, mengatakan dua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah di Galuga yang telah digunakan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sejak 1992.

"Pada saat sampahnya mulai terurai, sampahnya mulai diproses, maka kita berupaya bersama-sama mengembalikan kondisi lingkungan seperti awal mula sebelum TPA berdiri," kata Rudy.

Ia mengatakan keberadaan TPA selama 34 tahun telah membentuk gunungan sampah sekaligus memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan di kawasan Galuga.

Menurut dia, pemulihan lingkungan tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, terlebih kondisi air tanah juga membutuhkan proses pemulihan dalam jangka panjang.

"Air tanah kondisinya sudah rusak, kita harus melakukan recovery, perbaikan dari sekarang. Butuh waktu puluhan tahun bahkan 100 tahun," ujarnya.

Rudy memproyeksikan perubahan pengelolaan sampah akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor bagian barat.

Ia menggambarkan dalam 10 hingga 15 tahun mendatang kawasan Galuga dapat mengalami perkembangan seiring dengan berkurangnya timbunan sampah yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan.

Menurut Rudy, kondisi TPA saat ini turut mempengaruhi perkembangan kawasan, mulai dari minat investasi, pembangunan perumahan hingga pergerakan nilai tanah.

Ia berharap penanganan gunungan sampah dapat diikuti dengan pemulihan lingkungan sehingga pepohonan dan kegiatan pertanian kembali berkembang secara optimal.

"Mungkin belum tentu dalam waktu 10, 15 tahun ke depan kita masih ada umur buat bisa melihat gunung sampah ini menjadi area yang bersih kembali, pohon tumbuh kembali, pertanian dapat bergerak secara optimal, lalu wilayah dapat berkembang secara baik," kata Rudy.

Pemkab Bogor menyiapkan dua skema untuk menangani sampah di Galuga. Sampah baru akan diproses melalui PSEL menjadi energi listrik, sedangkan timbunan sampah lama ditangani menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar minyak.

Rudy menyebut PSEL yang dibangun memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari dan diperkirakan dapat beroperasi dalam waktu 1,5 hingga dua tahun.

Sementara timbulan sampah Kabupaten Bogor saat ini diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ton per hari, belum termasuk sampah yang berasal dari Kota Bogor.

Pemkab Bogor juga tetap menjalankan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan desa untuk mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke Galuga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Terus Terpuruk, Ten Hag Seb...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Luar Negeri
UNESCO Ungkap Fakta Mengeju...
Daerah
BPBD: Longsor di Lumajang S...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.