Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Korsel Tolak Rem Kemajuan AI

1 Kamis, 17 Sep 2026, 20:48 WIB | Oleh:
Korsel Tolak Rem Kemajuan AI Korsel Tolak Rem Kemajuan AI Doc: AFP

ISLAMABAD - Korea Selatan tidak bisa membiarkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) melambat ketika negara tersebut berupaya mengejar para pemimpin global bidang AI dan menciptakan pasar baru, kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Korea Selatan Bae Kyung-hoon.

"Menyesuaikan laju perkembangan, bagi negara yang sudah maju, adalah hal yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan negara yang sedang mengejar ketertinggalan sekaligus harus menciptakan pasar baru. Kami tidak bisa membiarkan laju pengembangan AI melambat," kata Bae dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dikutip Yonhap News pada Rabu (15/9).

Bae pun memperingatkan bahwa kesenjangan antara negara dengan model AI mutakhir yang mendekati kecerdasan manusia dan negara tanpa kecanggihan tersebut dapat meluas melampaui ranah teknologi, hingga mencakup daya saing industri, keamanan nasional, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Namun, dia mengingatkan agar tidak melakukan percepatan tanpa syarat, dengan menyatakan bahwa keamanan AI dan kepercayaan masyarakat harus sejalan dengan perkembangan teknologi.

Pernyataan Bae itu muncul di tengah perdebatan global yang semakin memanas mengenai kecepatan perkembangan teknologi AI.

CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan Elon Musk dari SpaceXAI menyerukan agar pengembangan AI diperlambat agar langkah-langkah keselamatan dapat mengejar kemajuan teknologi. Seruan itu dibarengi dengan usulan pengawasan yang lebih independen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak seruan tersebut dengan menyebut bahwa kekhawatiran AI dapat mengancam umat manusia sebagai "hoaks". Menurut Trump, memperlambat pengembangan AI di Amerika Serikat justru dapat menguntungkan Tiongkok.

Tiongkok pun menolak pandangan tersebut dengan mengatakan bahwa "menebar ketakutan, konfrontasi, dan persaingan yang merusak" akan menghambat tata kelola AI global.

Tiongkok menyerukan pengembangan teknologi dilakukan secara terbuka dan inklusif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Mau Perpanjang SIM Hari Min...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.