Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemkab Bogor Memprioritaskan Warga Sekitar Menjadi Tenaga Kerja PSEL

29 Kamis, 17 Sep 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bogor Memprioritaskan Warga Sekitar Menjadi Tenaga Kerja PSEL Pemkab Bogor Memprioritaskan Warga Sekitar Menjadi Tenaga Kerja PSEL Doc: Antara
Ket. Tampak udara lahan pembangunan PSEL di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Kabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memprioritaskan masyarakat sekitar untuk menjadi tenaga kerja pada fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Kabupaten Bogor, Kamis, mengatakan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal telah dikomunikasikan sejak awal rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

"Komitmen kita bersama-sama, tenaga kerja adalah dari masyarakat sekitar," kata Rudy usai peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1.

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas PSEL diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua tahun sebelum dapat beroperasi.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 1.500 hingga 2.000 ton per hari. Namun, Rudy menyebut kapasitas mesin yang dipasang nantinya tidak menutup kemungkinan dapat lebih dari 2.000 ton per hari.

Menurut dia, peningkatan kapasitas diperlukan mengingat timbulan sampah Kabupaten Bogor saat ini mencapai sekitar 3.000 ton per hari.

Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Bogor sekitar 6,1 juta jiwa dengan asumsi setiap penduduk menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari.

"Belum ditambah Pemerintah Kota Bogor. Maka dengan kondisi pabrik yang didirikan sekarang belum dapat menyelesaikan 100 persen," ujarnya.

Meski demikian, Rudy mengatakan pembangunan PSEL akan mengubah pola penanganan sampah di Galuga karena sampah yang masuk tidak lagi hanya ditumpuk dengan sistem open dumping, melainkan diproses.

Sampah baru akan dimanfaatkan sebagai bahan baku PSEL untuk menghasilkan energi listrik, sedangkan timbunan sampah lama di Galuga akan ditangani melalui teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar minyak.

Pemkab Bogor juga tetap menjalankan program pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan desa untuk mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke Galuga.

Menurut Rudy, penanganan dari hulu diperlukan agar keberadaan fasilitas pengolahan sampah skala besar di Galuga diimbangi dengan pengurangan timbulan sampah dari sumbernya.

PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.

Proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja serta menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai listrik bagi lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
bank bjb Catat Pertumbuhan ...
Nasional
Bima Arya Tantang Anak Muda...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

29 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.