Kualitas Udara Tidak Sehat, PJJ Kembali Diterapkan
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjung Selor, Kaltara - Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan kembali menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR)/Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kualitas udara sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan Suparmin mengatakan, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara di Kabupaten Bulungan dikategorikan tidak sehat.
“Berdasarkan ISPU pada hari Kamis, 17 September 2026 pukul 12.00 WITA sangat tidak sehat dan informasi hasil pengamatan yang diwakili beberapa kecamatan oleh satuan pendidikan maka kita menerapkan BDR/PJJ selama dua hari, 18-19 September,” ujar Suparmin di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis.
Suparmin mengatakan, pembelajaran dilaksanakan dengan BDR/PJJ ini hanya bagi satuan pendidikan yang terdampak kabut asap, seperti di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Tanjung Selor, Tanjung Palas Utara dan Bunyu.
“Bagi satuan pendidikan yang tidak terdampak dan tidak masuk dalam edaran ini disilakan untuk menyesuaikan,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, bagi satuan pendidikan yang mendapatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar segera menyampaikan informasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing.
“Informasi penerapan BDR/PJJ ini berlaku selama dua hari, 18-19 September dan akan dievaluasi serta diinfokan ulang jika ada perubahan dan kualitas udara membaik,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Kamis pagi kondisi kualitas udara di wilayah Tanjung Selor sangat tidak sehat.
“Kondisi kualitas udara dengan alat PM2.5 wilayah Tanjung Selor pada siang hari tadi menunjukkan nilai konsentrasi 152.0 µg/m³ dengan status sangat tidak sehat,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Magdalena Sidauruk.
Menurutnya, walaupun hujan mengguyur Tanjung Selor dan sekitarnya dalam beberapa hari ini, tapi kualitas udara kembali terpantau sangat tidak sehat. Hal tersebut disebabkan adanya kiriman polutan dari luar Kaltara.
“Hujan memang sudah terjadi, namun kualitas udara di Tanjung Selor kembali terpantau dalam kondisi sangat tidak sehat. Hal ini bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi di Tanjung Selor, tetapi juga karena kiriman polutan dari luar wilayah,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!