Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebun Raya Memperkenalkan Empat Ekosistem Indonesia di FLOII Expo 2026

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebun Raya Memperkenalkan Empat Ekosistem Indonesia di FLOII Expo 2026 Doc: Antara
Ket. Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Kota Bogor - Kebun Raya memperkenalkan karakter empat ekosistem Indonesia melalui Mini Ecoregion dalam Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, 17-20 September.

Managing Director Mitra Natura Raya Marga Anggrianto dalam keterangannya di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, mengatakan Mini Ecoregion menghadirkan representasi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Purwodadi dalam satu ruang.

"Mini Ecoregion ini kami hadirkan agar masyarakat dapat melihat bahwa Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan dan karakter ekosistem yang sangat beragam," kata Marga.

Ia menjelaskan, masing-masing Kebun Raya memiliki karakter ekosistem dan koleksi tumbuhan berbeda yang diperkenalkan kepada pengunjung melalui penataan lanskap.

Zona Kebun Raya Bogor merepresentasikan dataran rendah basah dengan suasana rindang dan hangat serta tanaman Araceae. Sedangkan Kebun Raya Cibodas menggambarkan dataran tinggi basah yang sejuk, berkabut, dan lembap dengan lumut atau Bryophyta sebagai elemen utama.

Sementara zona Kebun Raya Bali merepresentasikan dataran tinggi kering melalui bentuk dan warna Begonia. Adapun Kebun Raya Purwodadi menggambarkan dataran rendah kering melalui elemen kayu dan batuan sedimen yang dipadukan dengan Hoya dalam ekosistem epifit.

Menurut Marga, empat Kebun Raya milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi membawa pesan yang sama mengenai pentingnya menjaga dan mengonservasi kekayaan tumbuhan Nusantara.

Kehadiran Kebun Raya dalam FLOII Expo 2026 mengusung konsep "From Collection to Connection" untuk mengajak masyarakat tidak sekadar melihat tanaman sebagai koleksi, tetapi juga memahami cerita, nilai ilmiah, serta perannya dalam ekosistem.

"Kami ingin mengubah cara masyarakat melihat sebuah koleksi tanaman. Di Kebun Raya, setiap tanaman memiliki cerita, nilai ilmiah, dan peran dalam ekosistem," ujarnya.

Selain Mini Ecoregion, booth Kebun Raya menghadirkan area pengenalan Kebun Raya, workshop edukasi, merchandise, dan plant market.

Kebun Raya juga memperkenalkan botanical journaling, program edukasi yang memadukan sains dan seni melalui aktivitas mengamati serta mencatat karakter tumbuhan dengan membuat sketsa, melukis, menulis, maupun mendokumentasikan hasil pengamatan.

Program tersebut dikembangkan melalui empat rute tematik, yakni tumbuhan tua berusia ratusan tahun, tumbuhan bersejarah, rumah kaca, dan koleksi tematik.

Marga berharap pendekatan edukasi yang interaktif dapat meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.

"Edukasi menjadi salah satu cara penting untuk membangun kedekatan masyarakat dengan tumbuhan," kata Marga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Nasional
Transfer Tunai Langsung Aka...
Ekonomi
ICOMEX Hadapi Tantangan Men...
Daerah
Pengujian Sampel Kualitas A...
Luar Negeri
Alaska Diguncang Gempa M6,5...
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.