Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Gabungan Waspada Munculnya Titik Asap di Bromo

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 21:44 WIB | Oleh:
Tim Gabungan Waspada Munculnya Titik Asap di Bromo Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran.

MALANG -- Komandan Sektor (Dansektor) Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan tim gabungan masih disiagakan di kawasan Gunung Bromo mengantisipasi kemunculan titik asap baru, meski secara umum api sudah dipadamkan.

Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, titik asap masih dimungkinkan muncul akibat sisa bara yang masih terdapat potensi berada di humus atau lapisan tanah paling atas.

"Kami tetap melakukan pemantauan karena bara api dapat tersimpan di dalam tanah," kata dia.

Wahyu mengatakan, penyebab awal kemunculan titik api saat ini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib.

"Untuk penyebab kebakaran kami masih menunggu proses penyelidikan, khususnya dari Polri dan kami tidak ingin menyampaikan secara prematur. Namun, berdasarkan analisa sementara faktor alam kemungkinan kecil karena kondisi kawasan cukup dingin, terutama di ketinggian," ujar dia.

Selain itu, secara keseluruhan titik api yang sempat muncul dan membakar sejumlah lokasi di Gunung Bromo berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, seperti di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Hingga saat ini petugas tak menemukan adanya indikasi asap maupun titik api baru.

Selain Probolinggo, keberadaan titik api sempat ditemukan di area yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Bongkah dan meluas ke Bukit Dingklik, Punggu Naga, Pakis Bincis, Bukit Cinta, sampai ke Bukit Kingkong.

Upaya pemadaman pun dilakukan terpadu melalui operasi darat maupun water bombing.

"Kalau wilayahnya datar relatif mudah kami tangani, kendala utama adalah perengan (area berkemiringan) dan ketinggian dimana ketika air dijatuhkan dari atas tidak sampai ke titik api, sementara dari bawah juga sulit menjangkaunya," katanya.

Personel gabungan juga terus melakukan pengamanan agar kobaran api tidak bergerak menuju kawasan wisata, termasuk area Penanjakan, Seruni Point, dan sejumlah lokasi wisata lainnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan pada pagi tadi, masih ditemukan indikasi satu titik asap di kawasan berketinggian.

Kemudian, jumlah personel gabungan yang diterjunkan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo sekitar 1.500 orang, terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Perhutani, Damkar, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat.

"Untuk operasi darat kami masih membutuhkan tambahan peralatan portable yang bisa dibawa masuk ke medan sulit. Selama ini dalam kondisi tertentu masih menggunakan peralatan manual, seperti gepyok dan penggaruk untuk membuka tanah dan memutus bara," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
BMKG Prakirakan Ingatkan Po...
Luar Negeri
NASA Ungkap Pola Arus Laut ...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.