Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembus Rp43 Ribu Per Kilo! Harga Daging Ayam di Temanggung Mendadak Meroket!

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Tembus Rp43 Ribu Per Kilo! Harga Daging Ayam di Temanggung Mendadak Meroket! Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Kliwon Temanggung sedang melayani pembeli.

TEMANGGUNG - Harga daging ayam ras di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalami kenaikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada Agustus ini serta bertambahnya  biaya produksi yang dialami para peternak.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Ponco Marbagyo di Temanggung, Selasa, menyampaikan kenaikan harga salah satunya berkaitan dengan meningkatnya permintaan.

Memasuki Agustus 2026, katanya kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai kembali berjalan seiring masuknya anak-anak sekolah setelah libur. Kondisi itu secara otomatis meningkatkan kebutuhan daging ayam.

Sekitar tiga minggu yang lalu harga daging ayam ras masih Rp35 ribu per kilogram, sampai saat ini secara bertahap naik menjadi Rp42 ribu sampai Rp43 ribu per kilogram. 

Selain itu, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga turut mendorong konsumsi masyarakat. Berbagai kegiatan dan tradisi masyarakat yang berkaitan dengan peringatan 17 Agustus turut meningkatkan kebutuhan bahan pangan.

Peningkatan konsumsi juga terjadi karena pada Agustus bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Di sejumlah desa, berbagai kegiatan seperti pengajian dan tradisi masyarakat masih berlangsung dan turut meningkatkan konsumsi daging ayam.

Di sisi lain, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pakan ternak. Para peternak menyampaikan adanya kenaikan harga pakan sekitar Rp500 hingga Rp700 per kilogram.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari mekanisme pasar. Ketika pasokan relatif tetap sementara permintaan meningkat, harga secara otomatis akan terdorong naik.

"Ini harus disikapi sebagai hukum pasar. Kalau pasokan tetap kemudian kebutuhan naik, otomatis akan mengalami kenaikan. Tetapi gejolak ini tidak hanya di Temanggung, di Jawa Tengah dan nasional sama. Memang ada pergerakan yang sama," katanya.

Terkait kemungkinan operasi pasar, pemerintah sebenarnya memiliki mekanisme untuk melakukan intervensi. Namun, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus melihat kondisi harga dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, katanya, penurunan harga secara paksa juga dikhawatirkan justru membebani peternak. Dengan biaya produksi yang meningkat, harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak mengalami kerugian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Kolombia Tegaskan Tidak Ada...
Megapolitan
Ruang Multifungsi Bawah HI ...
Megapolitan
Sejak Lama Jakbar Jadi Goth...

Kanada Lancarkan Tarif Balasan hingga 50 % pada Lebih 700 Produk AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Kanada Lancarkan Tarif Bala...
Olahraga
Joao Fonseca Mundur dari US...
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.