Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Masuk Status Awas Kekeringan, PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Masih Aman

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Jakarta Masuk Status Awas Kekeringan, PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Masih Aman Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Sejumlah wilayah Jakarta masuk status "Awas" kekeringan meteorologis pada periode Dasarian II atau 11-20 September 2026. Di tengah kondisi tersebut, PAM Jaya memastikan ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta masih berada dalam kondisi aman.

JAKARTA - Sejumlah wilayah Jakarta masuk status "Awas" kekeringan meteorologis pada periode Dasarian II atau 11-20 September 2026. Di tengah kondisi tersebut, PAM Jaya memastikan ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta masih berada dalam kondisi aman.

Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya Gatra Vaganza mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan peninjauan terhadap sejumlah sumber air baku. PAM Jaya juga terus memantau kondisi sumber air untuk memastikan pasokan tetap tersedia selama musim kemarau.

"PAM Jaya memastikan ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta masih dalam kondisi aman di tengah musim kemarau. Hal ini juga dipastikan melalui kunjungan PAM Jaya ke sumber air baku kami," ujar Gatra saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/9/2026).

Menurut Gatra, pemantauan terhadap sumber air baku dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi pasokan yang tersedia. Selain pemantauan, PAM Jaya juga melakukan optimalisasi terhadap sumber air yang ada sebagai upaya menjaga keberlanjutan suplai untuk masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan bersama sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan kondisi air serta kebencanaan. PAM Jaya berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi lintas lembaga tersebut dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan air bagi warga Jakarta di tengah musim kemarau. Hasil peninjauan yang dilakukan PAM Jaya menunjukkan sumber air baku yang dimiliki masih dapat mendukung kebutuhan air masyarakat.

"Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi sumber air baku kami masih aman untuk mendukung kebutuhan air berkualitas warga Jakarta," lanjut Gatra.

Meski kondisi saat ini masih dinilai aman, PAM Jaya telah menyiapkan langkah alternatif apabila kekeringan berlangsung lebih lama. Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu menjaga ketersediaan air baku.

"OMC apabila kondisi kekeringan berlangsung lebih lama dan diperlukan untuk menjaga ketersediaan air baku," ujar Gatra.

Namun, PAM Jaya belum menjelaskan secara rinci berapa lama cadangan atau penampungan air yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jika tidak terdapat tambahan pasokan air baku. Gatra hanya memastikan kondisi suplai air saat ini masih berada dalam batas aman untuk mendukung kebutuhan warga.

"Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi suplai air PAM Jaya masih berada dalam batas aman untuk mendukung kebutuhan air berkualitas warga Jakarta," katanya.

Status "Awas" kekeringan meteorologis pada periode 11-20 September 2026 menjadi salah satu kondisi yang terus dipantau pemerintah dan pihak terkait. Kondisi tersebut berkaitan dengan minimnya curah hujan dalam periode tertentu, sehingga pemantauan terhadap sumber air menjadi penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasokan.

PAM Jaya memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Upaya optimalisasi sumber air dan koordinasi dengan berbagai instansi menjadi bagian dari langkah untuk menjaga agar kebutuhan air masyarakat Jakarta tetap terpenuhi.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penggunaan air secara hemat dapat membantu menjaga ketersediaan sumber daya air di tengah kondisi cuaca yang berpotensi membuat pasokan air baku tertekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...

Qatar Risaukan Konflik di Selat Bab al-Mandab

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Qatar Risaukan Konflik di S...
Daerah
Kota Bandung Gaungkan Seman...

Pemkot Bandung Gaspol Gelar Gerakan Pangan Murah

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.