Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Peneliti UI! Panel Surya Ini Tak Cuma Hasilkan Listrik, tapi Juga Air Panas

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Peneliti UI! Panel Surya Ini Tak Cuma Hasilkan Listrik, tapi Juga Air Panas Doc: Antara
Ket. Akademisi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Rudi Darussalam.

Depok - Akademisi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Rudi Darussalam mengembangkan sistem photovoltaic thermal (PVT) berbasis air yang mampu menghasilkan listrik sekaligus memanfaatkan panas matahari menjadi energi termal secara efisien.

“Penelitian ini menunjukkan bagaimana pendekatan rekayasa dapat menjawab tantangan nyata di negara tropis dan membuka peluang pengembangan teknologi energi surya yang lebih aplikatif di masa depan. Inovasi seperti ini sangat penting dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Dekan FTUI Prof. Kemas, di Kampus UI Depok, Kamis (6/8).

Melalui inovasi ini, UI menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan energi bersih dan keberlanjutan.

UI terus mendukung riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di era transisi energi global.

Inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan iklim tropis Indonesia, di mana temperatur tinggi sering kali menurunkan kinerja panel surya tipe konvensional.

Melalui penelitian doktoralnya yang berjudul “Investigasi Efektivitas Sistem Photovoltaic Thermal Berbasis Air dengan Kolektor Twin Spiral pada Iklim Tropis”, Rudi merancang prototipe sistem PVT dengan konfigurasi kolektor twin spiral yang memungkinkan panas berlebih dari panel surya dimanfaatkan untuk memanaskan air.

Dengan demikian, satu sistem dapat menghasilkan dua bentuk energi sekaligus, yakni listrik dan termal. Penelitian ini juga dilengkapi dengan model matematis terintegrasi untuk memprediksi kinerja sistem pada berbagai kondisi operasi nyata.

Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menghasilkan daya listrik hingga sekitar 175,8 watt, sementara temperatur air meningkat hingga 36,57°C.

Temuan ini menegaskan efektivitas sistem PVT berbasis air dalam meningkatkan pemanfaatan energi matahari secara menyeluruh dibandingkan panel surya konvensional.

Selain menghasilkan inovasi teknologi, penelitian ini juga menawarkan berbagai peluang implementasi di masyarakat.

Energi termal yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk penyediaan air panas di rumah tangga, hotel, rumah sakit, maupun fasilitas komersial.

Teknologi ini juga berpotensi mendukung proses produksi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kebutuhan sanitasi, hingga sektor pertanian yang membutuhkan sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Rudi juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk sistem pemantauan kinerja secara real-time, serta pemanfaatan nanofluida sebagai media pendingin guna meningkatkan efisiensi perpindahan panas.

Efisiensi Energi

Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji performa sistem dalam jangka panjang pada kondisi tropis ekstrem, seperti temperatur tinggi, kelembapan tinggi, fluktuasi intensitas matahari, paparan debu, dan potensi korosi di wilayah pesisir.

Penelitian ini penting bagi masyarakat umum karena menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dengan satu sistem, masyarakat dapat memperoleh listrik sekaligus air panas, sehingga efisiensi energi meningkat dan biaya operasional berkurang.

Inovasi ini membuka peluang pemanfaatan energi surya yang lebih optimal, mendukung transisi energi nasional, serta memperkuat akses masyarakat terhadap sumber energi bersih yang berkelanjutan.

Atas capaian tersebut, Rudi berhasil meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Elektro FTUI dengan IPK 4,00 dan predikat cum laude.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

58 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

58 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.