Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanada Siapkan Balasan Tarif Trump, Perang Dagang Makin Memanas

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 20:56 WIB | Oleh:
Kanada Siapkan Balasan Tarif Trump, Perang Dagang Makin Memanas Doc: AFP
Ket. Kanada Siapkan Balasan Tarif Baru AS 50 Persen, dari Tongkat Hoki hingga Semen.

Washington – Kanada dijadwalkan mengumumkan tanggapannya terhadap gelombang tarif terbaru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (25/8), seiring meningkatnya perang dagang antara dua negara yang secara historis memiliki hubungan erat.

Pemerintah Kanada pada Senin (24/8) malam mengatakan langkah baru tersebut bertujuan mendukung pekerja dan pelaku usaha di tengah "masa-masa sulit". Sejumlah pejabat akan menggelar konferensi pers pada Selasa pagi untuk menjelaskan respons Ottawa.

Tarif baru AS sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang Kanada mulai berlaku pada Sabtu, setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal pada menit-menit terakhir sehari sebelumnya.

Menurut perkiraan ekonom, tarif tersebut berdampak terhadap barang senilai sekitar 20 miliar dollar AS atau sekitar 5,5 persen dari total ekspor Kanada ke AS.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan tarif balasan akan mulai berlaku pada 8 September. Sejumlah analis memperingatkan kondisi tersebut dapat memicu eskalasi aksi saling balas tarif antara kedua negara.

Pada Senin, Trump juga berjanji menggandakan tarif impor kendaraan asal Kanada mulai tahun depan menjadi 50 persen, dari sebelumnya 25 persen untuk komponen non-AS.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengecam ancaman tarif terhadap industri otomotif Kanada. Ia bahkan mengatakan Trump bisa "kiss my ass" serta mengancam mengenakan biaya tambahan terhadap ekspor listrik ke Amerika Serikat.

Dalam tahap sebelumnya dari perselisihan dagang, Ontario sempat memberlakukan biaya tambahan 25 persen terhadap ekspor listrik ke tiga negara bagian AS.

Trump kemudian menyerang Ford melalui media sosial dan memperingatkan akan ada konsekuensi yang "jauh lebih buruk".

Trump juga menyebut perdana menteri Kanada sebagai seorang "gubernur", kembali melontarkan dorongan kontroversial agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

Ketegangan semakin meningkat ketika Trump pada Selasa mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America", mengikuti langkahnya tahun lalu yang mengubah nama Gulf of Mexico menjadi Gulf of America.

Menurut perkiraan Oxford Economics, tarif terbaru Trump akan meningkatkan tarif efektif AS terhadap ekspor Kanada dari 5,1 persen menjadi 6,9 persen.

Tarif terhadap produk plastik, mesin listrik, serta produk kayu dan kertas menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan tersebut.

"Produsen di Quebec, New Brunswick, dan Ontario akan paling terdampak," kata Oxford Economics.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.