Kota Bandung Siap Hadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:50 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung memastikan siap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Kota Bandung menargetkan mampu finis di dua besar di Porprov 2026, bahkan tetap optimistis merebut posisi juara umum.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan persaingan pada Porprov 2026 diperkirakan berlangsung ketat, terutama dengan daerah yang menjadi tuan rumah. Sejumlah daerah yang dinilai menjadi pesaing kuat Kota Bandung antara lain Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
“Kalau target, kita ingin juara umum. Tapi kita realistis saja, mudah-mudahan tidak keluar dari dua besar,” ujar Sigit, pada Selasa (8/9).
Sigit menyebut faktor kesiapan atlet menjadi salah satu kunci utama. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga kondisi fisik, mental, serta pemenuhan kebutuhan gizi atlet.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau kesiapan atlet itu sudah standar dan harus dipersiapkan dari segi gizi, kesiapan mental, fisik, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal faktor lain yang juga harus kita hitung,” kata dia.
Ia juga mengajak para orang tua atlet untuk ikut mendukung proses persiapan. Dukungan keluarga dinilai penting untuk membantu menjaga kondisi fisik, mental, hingga asupan gizi atlet selama menjalani latihan intensif.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, mengatakan proses pemetaan dan seleksi atlet telah dilakukan sejak Maret 2026 melalui tes fisik terhadap atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Sejak Maret tes fisik terhadap semua atlet Kota Bandung yang akan berlaga di Porprov. Alhamdulillah ada beberapa cabang olahraga yang sangat excellent dan siap tampil tidak hanya di level lokal, tetapi juga internasional,” kata Nuryadi.
Dari hasil proses pembinaan dan seleksi tersebut, jumlah atlet yang dipersiapkan terus mengerucut. Dari sebelumnya mencapai lebih dari 2.000 hingga mendekati 3.000 atlet, kini tersisa sekitar 1.858 atlet yang dinilai siap bertanding.
Nuryadi menuturkan bahwa program latihan intensif terus berjalan di masing-masing cabang olahraga. KONI Kota Bandung juga telah menyalurkan dana operasional pembinaan cabang olahraga melalui program Bantuan Operasional Pembinaan (BOP).
“Walaupun kondisi efisiensi terjadi di seluruh Indonesia, alhamdulillah Kota Bandung, operasional kepemilikan sudah diserahkan,” ujar dia.
Selain dukungan pembinaan, KONI Kota Bandung juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan atlet. Salah satunya melalui asuransi bagi atlet yang mengalami cedera dalam proses latihan maupun pertandingan.
Menurut Nuryadi, perhatian terhadap atlet tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga. Pendidikan atlet juga menjadi bagian dari pembinaan agar karier mereka tetap memiliki masa depan setelah menjalani masa sebagai atlet.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!