PJJ di Jakarta Diperpanjang Hingga Selasa 8 September Akibat Abu Vulkanik
📅 Senin, 07 Sep 2026, 18:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPemprov DKI mulai melakukan pemantauan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Jakarta sejak Minggu (6/9). Berdasarkan informasi resmi yang diterima pemerintah, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat malam (4/9) dan status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Pemantauan kualitas udara pada Senin (7/9) menunjukkan adanya perbaikan setelah penanganan melalui water mist. Pengukuran sejumlah parameter kualitas udara dilakukan di berbagai wilayah Jakarta untuk melihat perkembangan kondisi lingkungan.
Untuk parameter PM10, pemantauan dilakukan di beberapa lokasi berikut:
- Ancol, Jakarta Utara
- Pondok Rangon, Jakarta Timur
- Tebet, Jakarta Selatan
- Lebak Bulus, Jakarta Selatan
- Kebon Jeruk, Jakarta Barat
- Pesakih, Jakarta Barat
Sementara itu, pemantauan PM2,5 dilakukan di sejumlah lokasi, yakni:
Sebaiknya Anda baca juga:
- Kebon Jeruk, Jakarta Barat
- Bundaran HI, Jakarta Pusat
- Lubang Buaya, Jakarta Timur
Pramono mengatakan parameter SO₂ masih berada dalam kondisi aman berdasarkan hasil pemantauan pemerintah. “SO₂ cenderung aman di seluruh wilayah. Cukup jauh di bawah baku mutu,” katanya.
Berdasarkan citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik pada lapisan hingga 15.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, serta Bengkulu.
Sementara itu, pada lapisan hingga 50.000 kaki, abu vulkanik terpantau bergerak lebih jauh ke wilayah Samudra Hindia. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sebagian sebaran abu pada lapisan tinggi semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemprov DKI juga mengambil sejumlah langkah mitigasi lain untuk mengurangi dampak kondisi tersebut. Salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu (6/9) dari jadwal semula pukul 10.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB.
Pembagian masker kepada masyarakat juga terus dilakukan di sejumlah lokasi. Pemprov DKI mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan partikel di udara.
Dalam melakukan pemantauan, Pemprov DKI berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta sejumlah lembaga terkait. Koordinasi dilakukan bersama BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan instansi lainnya untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, arah angin, sebaran abu, serta kondisi kualitas udara Jakarta.
Pramono meminta masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan selama kondisi masih dipantau. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah.
“Kita tetap tenang, tetapi waspada. Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, ikuti kanal resmi pemerintah,” imbau Pramono. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Jakarta Siaga 112 atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!