Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Minta Penanganan 95 Ribu ATS Masuk Indikator KLA

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 20:50 WIB | Oleh:
DPRD DKI Minta Penanganan 95 Ribu ATS Masuk Indikator KLA Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) diminta menjadi bagian yang lebih kuat dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak. Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta menilai pemerintah perlu melakukan penjangkauan aktif, bukan hanya menunggu anak kembali mengikuti pendidikan.

JAKARTA - Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) diminta menjadi bagian yang lebih kuat dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak. Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta menilai pemerintah perlu melakukan penjangkauan aktif, bukan hanya menunggu anak kembali mengikuti pendidikan.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat-Perindo Nur Afni Sajim menyampaikan pandangan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, anak yang putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, maupun tidak melanjutkan sekolah perlu mendapat perhatian melalui langkah yang lebih terarah.

"Program Sekolah Kembali merupakan langkah yang baik, tetapi jangkauannya masih perlu diperluas," ujar Nur Afni. Ia menilai perluasan jangkauan penting agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak yang berada di luar sistem pendidikan.

Data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada akhir Juli 2026 mencatat sekitar 95 ribu individu masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah di Jakarta. Fraksi Demokrat-Perindo meminta pemerintah provinsi memastikan data tersebut terus diperbarui dan seluruh ATS dapat tervalidasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta domisili aktif.

"Pemerintah tidak cukup hanya menunggu anak kembali ke sekolah," tegas Nur Afni. Menurutnya, penanganan ATS harus dilakukan secara aktif dengan pemetaan yang jelas agar pemerintah mengetahui kondisi dan kebutuhan setiap anak.

Fraksi Demokrat-Perindo juga meminta penanganan Anak Tidak Sekolah dimasukkan sebagai salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Keberhasilan program KLA dinilai tidak semestinya hanya diukur berdasarkan predikat yang diperoleh suatu wilayah.

Pada 2025, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan tercatat berada pada Kategori Utama dalam penilaian KLA. Sementara Jakarta Barat masih berada pada Kategori Nindya, sedangkan Kepulauan Seribu masuk Kategori Pratama.

Demokrat-Perindo meminta Pemprov DKI Jakarta memetakan indikator yang masih tertinggal di masing-masing wilayah. Pemetaan tersebut perlu disertai program perbaikan, kebutuhan anggaran, serta target waktu evaluasi agar peningkatan predikat KLA berjalan berdasarkan ukuran yang jelas.

Selain persoalan pendidikan, Fraksi Demokrat-Perindo menilai perlindungan terhadap anak korban kekerasan juga perlu diperkuat dalam penyelenggaraan KLA. Survei Pengalaman Hidup Anak Daerah DKI Jakarta 2025 mencatat sebanyak 17,43 persen anak berusia 13-17 tahun mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan dalam satu tahun terakhir.

Fraksi Demokrat-Perindo meminta Pemprov DKI menyediakan sistem pengaduan yang ramah anak dan mudah diakses. Sistem tersebut juga perlu terhubung dengan sekolah, Puskesmas, kepolisian, serta Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

"Harus ada standar waktu penanganan yang jelas, disertai dukungan psikologis dan layanan kesehatan jiwa bagi korban," terang Nur Afni. Menurutnya, mekanisme penanganan yang terintegrasi dibutuhkan agar anak korban kekerasan tidak semakin rentan akibat proses layanan yang lambat atau tidak terkoordinasi.

Fraksi Demokrat-Perindo pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan. Regulasi tersebut diharapkan dapat memastikan anak korban kekerasan segera memperoleh perlindungan, sementara anak yang berada di luar sistem pendidikan mendapatkan kesempatan untuk kembali bersekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.