Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hampir 1,5 Juta KPM Terindikasi Judol, DPRD DKI Desak Evaluasi Penyaluran Bansos

8 Senin, 07 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Hampir 1,5 Juta KPM Terindikasi Judol, DPRD DKI Desak Evaluasi Penyaluran Bansos Hampir 1,5 Juta KPM Terindikasi Judol, DPRD DKI Desak Evaluasi Penyaluran Bansos Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Temuan hampir 1,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi judi online (judol) menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta.

JAKARTA - Temuan hampir 1,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi judi online (judol) menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem penyaluran dan pengawasan bantuan sosial (bansos).

DPRD DKI Jakarta meminta Kementerian Sosial (Kemensos) tidak hanya memberikan sanksi kepada penerima bansos yang terbukti menggunakan bantuan untuk judi online. Pemerintah juga didorong membenahi sistem pengawasan agar bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan mendukung langkah Kemensos menggandeng kepolisian untuk menindak penerima bansos yang terbukti terlibat judi online.

“Kalau terbukti, harus ditindak,” ujar Manuara, beberapa waktu lalu.

Menurut Manuara, pemerintah tidak seharusnya memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan bantuan yang bersumber dari negara. Namun, penindakan harus dilakukan setelah melalui proses verifikasi untuk memastikan penerima bansos yang masuk dalam daftar indikasi benar-benar melakukan transaksi judol.

Kemensos sebelumnya menyatakan akan memberikan ruang klarifikasi kepada KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online. Proses tersebut dilakukan melalui pemerintah daerah dan pendamping sosial untuk memastikan transaksi memang dilakukan oleh penerima atau terjadi akibat identitas mereka dimanfaatkan oleh pihak lain.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, berdasarkan data Kemensos terdapat 1.494.652 KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online pada 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan hasil pemadanan data pada 2025 yang mencatat hampir 600.000 KPM terindikasi melakukan transaksi serupa.

“Angkanya melonjak tajam,” ucap Aziz.

Dari total hampir 1,5 juta KPM tersebut, sebanyak 794.475 orang juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Aziz menilai temuan itu tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan perilaku individu penerima bantuan sosial.

Menurut Aziz, pemerintah perlu melakukan kajian terhadap efektivitas program perlindungan sosial dan mekanisme pemutakhiran data penerima bansos. Pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan juga perlu diperkuat agar program pemerintah dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Harus dievaluasi secara komprehensif,” kata Aziz.

Ia menegaskan penanganan persoalan tersebut tidak cukup dilakukan dengan mencoret atau menonaktifkan penerima bansos yang terindikasi judol. Pemerintah juga perlu mencari akar persoalan, termasuk melihat faktor sosial dan ekonomi yang dapat membuat masyarakat rentan terjerat judi online.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koewoyo meminta pemerintah memperkuat rehabilitasi sosial, pendampingan, edukasi, serta pemulihan bagi masyarakat yang telah mengalami kecanduan judi online. Menurutnya, penanganan persoalan judol tidak boleh hanya berfokus pada masyarakat yang menjadi pemain.

“Jangan hanya pemain yang ditindak,” tegas Chicha.

Chicha juga meminta aparat penegak hukum membongkar jaringan judi online hingga ke pihak yang mengendalikan sistem dan mendapatkan keuntungan dari perputaran uang. Menurut dia, langkah tersebut penting agar pemberantasan judi online tidak hanya menyasar masyarakat di tingkat pengguna.

Temuan jutaan KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online juga dinilai Chicha sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola bansos. Pemerintah perlu memastikan data penerima diperbarui secara berkala dan proses penyaluran tidak sekadar memenuhi target administratif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...

Persib Sesumbar Akan Tundukkan Java United Malam Ini

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.